Menkop Apresiasi Pembangunan Pabrik Papan Semen di Mojokerto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (kanan), menerima lukisan karikatur dirinya dalam lomba memancing family gathering Jurnalis Joran Indonesia ke XI, di Jakarta, 24 Januari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (kanan), menerima lukisan karikatur dirinya dalam lomba memancing family gathering Jurnalis Joran Indonesia ke XI, di Jakarta, 24 Januari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga mengapresiasi Koperasi Warga Semen Gresik yang membangun pabrik gress board atau pabrik papan serat datar berbahan semen di Kecamatan Pungging, Mojokerto.

    "Di tengah kelesuan ekonomi dunia, apa yang dilakukan Koperasi Warga Semen Gresik patut diapresiasi karena membangun pabrik gress board di atas lahan lebih dari 5 hektare," kata Puspayoga di Mojokerto, Jumat, 18 September 2015.

    Menurut Puspayoga, pembangunan pabrik ini sebagai suatu prestasi yang luar biasa. Sebab, baru satu minggu berjalan, pabrik itu sudah bisa menghasilkan kualitas gress board yang bagus.

    Dalam satu hari, dua line mesin menghasilkan 16 ribu lembar gress board. "Jadi apa yang dilakukan Koperasi Warga Semen Gresik itu luar biasa karena mampu membangun pabrik yang besar ini," ucapnya.

    Puspayoga menuturkan langkah seperti ini merupakan terobosan yang patut dicontoh koperasi-koperasi lain, sehingga bisa menjadi alternatif untuk menghadapi persaingan ekonomi pada masa mendatang. "Ini sangat cerdas, karena memang kita masih kekurangan produk gress board. Keseriusan koperasi ini luar biasa. Tanpa keseriusan, tak akan terbangun gedung dan pabrik seperti ini."

    ABDUL AZIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?