Program Sejuta Rumah, 10 Ribu Rusun Murah Siap Dibangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan rumah susun sewa Daan Mogot yang masih dalam proses penyelesaian di Jakarta Barat, 21 Oktober 2014. Pembangunan tersebut molor dari waktu yang ditentukan pada Juni 2014 dan pemerintah berencana menargetkan kembali selesai pada Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Bangunan rumah susun sewa Daan Mogot yang masih dalam proses penyelesaian di Jakarta Barat, 21 Oktober 2014. Pembangunan tersebut molor dari waktu yang ditentukan pada Juni 2014 dan pemerintah berencana menargetkan kembali selesai pada Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT HK Realtindo, perusahaan pengembang anak usaha PT Hutama Karya Tbk. menargetkan membangun 10.000 unit rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam empat tahun ke depan.

    Direktur Utama HK Realtindo, Muhammad Fauzan, mengatakan pembangunan rusun untuk MBR merupakan penerapan konsep hunian berimbang. "Ini kontribusi HK Realtindo dalam mendukung program pemerintah penyediaan satu juta rumah untuk rakyat," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (18 September 2015).

    Fauzan menambahkan, jumlah rusun yang akan dibangun perseroan terdiri dari 25 menara. Dia menyatakan, perseroan menyiapkan 12 lokasi untuk pembangunan rusun tersebut.

    Menurut Fauzan, lokasi yang disiapkan merupakan lahan bekas Hutama Karya dan akan dibangun 2-3 menara di setiap lokasi. Salah dua dari 12 lokasi itu berada di Serpong dan Bekasi.

    Tahun ini, secara keseluruhan HK Realtindo akan meluncurkan tujuh proyek. Untuk mendukung proyek-proyek tersebut, HK Realtindo mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun. Adapun, perolehan target laba ditargetkan mencapai Rp150 miliar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.