BPJS Tenaga Kerja Raih Transformation Excellence dari ASSA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS  akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan meraih penghargaan transformation excellence dari Asosiasi Jaminan Sosial Asean atau ASSA (Asean Social Security Association). Penghargaan ini diberikan saat pertemuan tahunan institusi jaminan sosial Asean yang dilaksanakan pada tanggal 10 September di Singapura.

    Peserta yang hadir dalam acara tersebut ada 19 institusi dan organisasi yang berasal dari Brunei Darusalam, Kamboja, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Penghargaan untuk BPJS Ketenagakerjaan diberikan atas dasar keberhasilan badan itu mentransformasikan penyelenggaraaan jaminan sosial di seluruh aspek.

    "Sejak tahun 2011, BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil menorehkan tinta emas dalam transformasi penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia," kata Chairman of ASSA Shahril Ridza Ridzuan dalam siaran pers yang diterima, Jumat (18 September 2015).

    Menurutnya, proses transformasi ini juga telah mengubah lansekap penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan yang sebelumnya tersegmentasi tetapi sekarang menjalankan mandat baru yaitu perlindungan jaminan sosial untuk seluruh pekerja Indonesia.

    "Reformasi jaminan sosial secara menyeluruh seperti yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan sangat jarang terjadi. Biasanya proses transformasi yang terjadi bersifat parsial atau bertahap dan dilakukan dalam kurun waktu yang lama," imbuhnya.

    Berdasarkan pengalaman dan praktek penyelenggaraan jaminan sosial, imbuhnya, hampir semua institusi jaminan sosial dunia melakukan transformasi namun hanya menitikberatkan pada pengembangan aspek pelayanan dan kecukupan manfaat saja.

    Dia menambahkan, transformasi yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dicatat sebagai bagian dari praktek terbaik reformasi jaminan sosial dunia. Dan bahkan menjadi barometer modernisasi dan kemandirian jaminan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, menyatakan rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder di Indonesia yang memiliki peranan yang sangat besar dalam mendukung proses transformasi jaminan sosial Ketenagakerjaan hingga berhasil meraih penghargaan ini.

    Transformasi dalam berbagai aspek yang dilakukan merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan Era Baru Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indonesia dalam memberikan perlindungan serta menjadi Jembatan Menuju Kesejahteraan Pekerja di Indonesia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.