Bulog Cemaskan Musim Panen Mundur, Berharap Hujan Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menjemur gabah di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    Petani menjemur gabah di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti berharap musim hujan segera datang sehingga musim panen tak mundur. Bulog,  bakal repot melakukan penyerapan beras di akhir tahun jika musim panen mundur.

    "Harapan kita cuma satu yaitu semoga  segera datang hujan supaya panen ini tidak mundur," kata Djarot  di Istana Wakil Presiden, Jumat, 18 September 2015.

    Tak hanya panen akhir tahun, menurut Djarot, hujan juga berpengaruh pada musim panen tahun depan. "Bicara tahun depan panen yang mundur maka harus kita siapkan stok yang cukup besar di akhir tahun ini. Ini tentu problem yang sama-sama kita berdoa semoga hujan cepat datang supaya petani cepat menggarap sawah."

    Jika musim tanam pada bulan September-Oktober dapat dilakukan, maka musim tanam  bisa terjadi di bulan Januari atau Februari. Namun kalau hujan datang terlambat, Bulog akan berat menyerap beras.

    "Tapi yang harus kita siapkan Desember kan sangat berhubungan dengan datangnya hujan saat ini," katanya.

    Djarot mengatakan pasokan pangan tersebut aman hingga bulan Desember. Bulog,  hingga hari ini memiliki stok beras sekitar 1,7 juta ton. Saat ini Bulog masih menyerap beras di pasar.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.