Harga Gabah Kering Tingkat Petani Naik 7,22 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani mengeringkan gabah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (14/3). TEMPO/Muhtar

    Petani mengeringkan gabah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (14/3). TEMPO/Muhtar

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Provinsi Banten sepanjang bulan lalu rerata meningkat 7,22%.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi mengatakan untuk gabah kualitas rendah saja harganya naik 9,70%.

    “Sementara gabah kering giling kami tidak menemukannya di dalam observasi pada Agustus 2015,” ucapnya dalam paparan data perkembangan harga produsen gabah, Jumat (18 September 2015).

    Peningkatan GKP sebesar 7,22% menjadikan harga pada bulan lalu Rp4.778 per kilogram. Sedangkan untuk gabah kualitas rendah secara rerata senilai Rp4.633 per kilogram.

    Secara spesifik gabah yang harganya paling murah dialami petani di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten senilai Rp3.500 per kilogram. Ini berlaku untuk varietas mekongga.

    Sementara harga termahal dirasakan petani di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten sejumlah Rp5.170 per kilogram. Nilai ini berlaku untuk GKP dan kualitas rendah varietas ciherang.

    Di dalam pemantauan BPS Banten terdiri atas 32 observasi berupa GKP setara 78,05%. Sementara gabah berkualitas rendah ada sembilan observasi sama dengan 21,95%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.