Cina-Amerika Sepakat Bangun Kereta Supercepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model melihat sebuah replika kereta api kecepatan tinggi yang dipamerkan oleh Perusahaan China Railway Corporation di Jakarta, 13 Agustus 2015. Pameran tersebut berlangsung pada 13-16 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Seorang model melihat sebuah replika kereta api kecepatan tinggi yang dipamerkan oleh Perusahaan China Railway Corporation di Jakarta, 13 Agustus 2015. Pameran tersebut berlangsung pada 13-16 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Beijing - Unit usaha China Railway Construction Corporation Limited (CRCC), perusahaan pembuat kereta dengan pendapatan terbesar di dunia, meneken kesepakatan untuk bergabung dengan grup pengembang lokal dalam membangun kereta supercepat Las Vegas–Los Angeles di Amerika Serikat.

    Kesepakatan tersebut dideklarasikan pihak Cina dan mitra kerja sama mereka di Amerika Serikat, XpressWest, dalam sebuah pertemuan pemerintahan di Beijing, Kamis malam waktu setempat. Dilangsir situs Channel News Asia, kesepakatan ini merupakan jalinan rencana kerja sama mendalam antara Cina dan Amerika yang diluncurkan sebelum keberangkatan Presiden Xi Jin Ping ke Negeri Abang Sam pada pekan depan.

    Analis dari Guotai Junan yang berdomisili di Hong Kong, Gary Wong, memperkirakan nilai proyek kereta cepat ini mencapai US$ 5 miliar. Tapi, berhubung proyek ini melibatkan banyak perusahaan, keuntungan secara finansial yang akan diboyong masing-masing perusahaan tidak akan terlalu banyak. “Tampaknya tujuannya lebih ke membuka pasar di Amerika, karena akan membawa kesempatan lebih banyak ke depan. Kalau teknologi mereka dipakai di sana, juga akan lebih mudah jual ke mana saja,” ujar Gary, Jumat, 18 September 2015.

    CRCC memang sedang gencar menawarkan proyek pembangunan rel dan kereta cepat mereka di luar negeri. Mereka bersaing dengan pemasok-pemasok terdahulu, seperti Jerman dengan Siemens AG-nya dan Alstom SA milik Prancis. Beberapa bulan lalu, CRCC juga berhasil meneken kontrak untuk proyek di Rusia. Namun ada juga beberapa proyek yang terhambat dan gagal terjalin, seperti di Meksiko dan Indonesia, karena urusan birokrasi di negara tersebut.

    GUSTIDHA BUDIARTIE | CHANNEL NEWS ASIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?