Kemarau, Petani Tunda Masa Tanam 300 Ribu Hektare Sawah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membajak sawahnya saat memulai masa tanam di Desa Grogol, Depok, Jawa Barat, Senin (1/12). TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Seorang petani membajak sawahnya saat memulai masa tanam di Desa Grogol, Depok, Jawa Barat, Senin (1/12). TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Petani di Sumatera Selatan terpantau banyak yang menunda kegiatan pertanaman karena terkendala kekeringan yang sudah terjadi selama satu bulan terakhir.

    Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumatera Selatan Erwin Noorwibowo mengatakan terdapat sekitar 300 ribu hektare sawah yang belum ditanami karena petani masih menunggu hujan tiba.

    “Ini terjadi hampir di seluruh provinsi. Sumatera Selatan sendiri ada sekitar 300 ribu hektare yang biasanya ditanami pada awal September, tapi sekarang belum tanam,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat, 18 September 2015.

    Menurut Erwin, kekeringan yang menyebabkan molornya masa tanam itu cukup ekstrem karena dipengaruhi dampak El Nino yang melintasi wilayah Sumatera Selatan. “Kekeringan tahun ini cukup ekstrem karena didorong dampak El Nino, sehingga banyak petani yang harus menunda masa tanam daripada nanti gagal panen,” ujarnya.

    Apalagi, kata dia, petani yang menggarap sawah pasang-surut sama sekali tidak memiliki sumber air karena kualitas air yang ada saat ini tidak bisa digunakan untuk mengairi sawah. “Pompa sebetulnya sudah disiapkan, tapi kadar air yang ada tidak bisa digunakan karena dapat menyebabkan tanaman rusak,” tuturnya.

    Erwin memaparkan puncak musim tanam biasanya terjadi pada September-Oktober, tapi sekarang tertunda karena musim kemarau masih berlanjut. Adapun penundaan penanaman itu terjadi di sawah pasang-surut, tadah hujan, dan sebagian sawah lebak.

    Dia mengatakan, untuk saat ini, para petani masih melakukan persiapan masa tanam. Dengan demikian, ketika musim hujan datang, petani bisa langsung melakukan penanaman padi. Meski ada penundaan masa tanam, pemerintah daerah masih optimistis target produksi padi pada tahun ini dapat tercapai.

    “Sumatera Selatan memiliki berbagai tipologi lahan, sehingga ketika ada lahan yang kekeringan saat musim kemarau, terdapat pula lahan yang diuntungkan secara bersamaan, seperti di lahan lebak dalam. Jadi kami yakin target masih bisa tercapai,” ucapnya.

    Saat ini pemerintah masih mengoptimalkan produksi dari sawah lebak dalam, yang saat musim kering tidak tergenang air secara penuh sehingga cocok untuk ditanami. Dinas Pertanian pun akan mengupayakan strategi percepatan pertanaman pada tahun depan supaya terhindar dari kekeringan lagi.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan memproyeksikan produksi padi Sumatera Selatan pada tahun ini bisa mencapai 4,11 juta ton gabah kering giling, atau meningkat 11,85 persen dibanding 2014.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.