Pria 19 Tahun Jadi Pengusaha Jahe Merah, Omset Rp 10 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Widodo, pengguna PerpuSeru di Kabupaten Sragen bersama Direktur Program PerpuSeru, Erlyn Sulistyaningsih (kiri) dan Direktur Komunikasi Coca Cola Indonesia, Titi Sadarini (tengah) di Hotel Morrisey, Jakarta. TEMPO/Martha Warta Silaban

    Wahyu Widodo, pengguna PerpuSeru di Kabupaten Sragen bersama Direktur Program PerpuSeru, Erlyn Sulistyaningsih (kiri) dan Direktur Komunikasi Coca Cola Indonesia, Titi Sadarini (tengah) di Hotel Morrisey, Jakarta. TEMPO/Martha Warta Silaban

    TEMPO.CO, Jakarta - Wahyu Widodo, 19 tahun, bertekad ingin menjadi pengusaha setamatnya sekolah. Pria kelahiran Sragen ini sempat ditentang cita-citanya oleh ibu dan bapaknya, dan diminta untuk bekerja sebagai buruh pabrik. Namun kini Wahyu sudah sukses menjadi pengusaha jahe merah.

    Menurut Wahyu, pesanan bibit jahe merah sejak Januari 2015 hingga kini sudah melayani Pulau Jawa dan Sumatera. "Omzet saya sampai Rp 10 juta per bulan," kata Wahyu di Jakarta, Kamis, 17 September 2015.

    Wahyu diundang Coca Cola Foundation untuk bersaksi tentang kisah suksesnya sebagai pengusaha usai 'bersentuhan' dengan perpustakaan. Coca Cola Foundation menggandeng Bill and Melinda Gates Foundation sejak 2011 memberi bantuan dana kepada 114 perpustakaan daerah di desa dan kabupaten dengan program PerpuSeru.

    Berita Menarik

    Gubernur Gatot Bayar OC Kaligis Rp 3 Miliar untuk 5 Tahun
    Heboh, Cowok Ini Pakai Baju dari Kangkung dan Kulit Durian

    Bukan hanya sukses sebagai pengusaha, anak petani ini sudah bisa membiayai kuliah dan hidupnya di Yogyakarta. Wahyu sekarang sudah mengikuti kuliah semester 1 jurusan Agribisnis di Universitas Muhamadiyah, Yogyakarta. "Saya kuliah dan kos dengan uang sendiri," kata Wahyu tersenyum.

    Wahyu bahkan sudah memiliki karyawan yang membantunya untuk menanam bibit jahe merah. "Kalau ada yang pesan telepon ke saya, terus saya telepon ke Sragen untuk kirim," kata Wahyu. Ke depannya Wahyu bercita-cita menjadi eksportir jahe gajah.

    Direktur Perpuseru Erlyn Sulistyaningsih mengatakan timnya berkomitmen menjadikan perpustakaan bukan sekedar pinjam buku dan membaca tetapi mentransformasinya sebagai pusat kegiataan masyarakat. "Membuka peluang-peluang supaya masyarakat bisa mengubah dirinya," kata Erlyn.

    Menurut Eryln, perpustakaan daerah di Kabupaten diberi fasilitas empat komputer, perangkat lunak pendukung, dan jaringan Internet yang bermitra dengan Telkom Indonesia. Sedangkan untuk perpustakaan desa, diberikan bantuan 3 komputer.

    Selain bantuan fasilitas, PerpuSeru juga mengadakan pelatihan Internet kepada staf perpustakaan di daerah. "Kita tidak memberi ikan tetapi memberikan pancing," kata Titi Sadarini, Direktur Komunikasi Coca Cola Indonesia.  

    MARTHA WARTA SILABAN

    Rahasia Airin Terbongkar
    Inilah Benda Rahasia Wali Kota Airin yang Dibongkar Cak Hamid


    Rahasia Wali Kota Airin Dibongkar, Hamid Dibanjiri Teror
    Wali Kota Airin Dituduh Serakah, Rahasianya Dibongkar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.