Pelambatan Ekonomi, Rasio Kredit yang Bermasalah Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang mengalami perlambatan membuat industri perbankan tampaknya harus extra kerja keras.

    Pasalnya, penyaluran kredit industri perbankan mengalami perlambatan dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pun mengalami peningkatan. Salah satunya yakni sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 3 OJK Irwan Lubis mengatakan penyaluran kredit UMKM pada Juli 2015 mencapai Rp354,6 triliun atau bertumbuh 3,7% (year-to-date).

    "Ini ada perlambatan kita lihat secara agregrat pertumbuhan kredit perbankan sampai dengan bulan Juli 2015 sebesar 4,43%. Pertumbuhan UMKM dibawah kredit secara industri," ujarnya di Kantor OJK, Kamis (17 Sepyember 2015).

    Sementara itu, NPL kredit UMKM per Juli 2015 tercatat naik menjadi 4,9% dari posisi akhir tahun 2014 yang berada di level 3,99%.

    "Ada peningakatan ini juga sama secara agregat ini peningkatan NPL sebagai tekanan kondisi ekonomi. Menurut kami, kenaikan ini dalam kondisi yang terkontrol karena kenaikan ini masih berada dalam gross di bawah 5%," tutur Irwan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?