Kabut Asap, Polair Riau Bagikan 10.000 Masker ke Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mengenakan masker saat terjadi pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Kampar, Riau, 5 September 2015. Kabur asap tidak hanya terjadi di Riau, tetapi meluas hingga ke sejumlah kota di Sumatera dan Malaysia. (Aditya/Anadolu Agency/Getty Images)

    Pengendara motor mengenakan masker saat terjadi pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Kampar, Riau, 5 September 2015. Kabur asap tidak hanya terjadi di Riau, tetapi meluas hingga ke sejumlah kota di Sumatera dan Malaysia. (Aditya/Anadolu Agency/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau serentak menyebarkan sebanyak 10.000 masker ke nelayan di tujuh daerah pesisir Bumi Lancang Kuning sebagai antisipasi dampak kabut asap pekat.

    "Pembagian masker ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya gangguan pernafasan kepada nelayan akibat kabut asap pekat yang melanda Riau," kata Direktur Pol Air Polda Riau Kombes Denny Pudjianto, Kamis (17 September 2015).

    Ia menjelaskan ketujuh kabupaten yang menjadi fokus Dit Pol Air dalam pembagian masker tersebut yakni Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Pelalawan dan wilayah Sungai Siak Pekanbaru.

    Menurutnya ketujuh daerah tersebut terdapat cukup banyak nelayan dimana akibat kabut asap pekat melanda Riau sejak awal September lalu dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.

    Lebih lanjut, ia mengatakan ribuan masker yang disebar tersebut selain menyasar ke nelayan juga menyasar ke pengguna angkutan laut. Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya akan terus melakukan kegiatan di sejumlah daerah pesisir Riau lainnya seperti di Meranti.

    Kabut asap di Riau yang terjadi sejak awal September lalu berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat. Kondisi kabut asap Riau yang awalnya hanya terdeteksi di wilayah Selatan Riau terus menyebar hingga pesisir. Akibatnya masyarakat pesisir Riau terutama yang berprofesi sebagai nelayan rentan terjangkit penyakit akibat paparan asap.

    Hingga Rabu ini sejumlah daerah terpantau masih diselimuti kabut asap tebal. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan jaak pandang sejumlah daerah di Riau berkisar 100 meter hingga 1 Kilometer.

    "Di Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai jarak pandang terpantau 100 meter. Sementara di Pelalawan jarak pandang terpantau 200 meter," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

    Sementara itu di Pekanbaru sendiri jarak pandang berkisar 1.000 meter namun menjelang siang jarak pandang terlihat memburuk.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.