Menteri Jonan Buka Pameran Transportasi Indonesia 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan. ANTARA/Andika Wahyu

    Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran Transportasi Indonesia 2015 hadir kembali yang dibuka oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada kemarin, (16 September 2015). Pameran tersebut berlangsung mulai 16-18 September 2015 di Gedung Smesco UKM Galery, Jakarta.

    Ketua Penyelenggara Pameran Transportasi Indonesia 2015 Suroyo Alimoeso mengungkapkan keselamatan dan pelayanan selalu menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan. Sehingga tema pameran kali ini adalah “Perkuat Keselamatan dan Pelayanan Transportasi Publik” guna mendorong seluruh stakeholders di bidang transportasi agar lebih mengedepankan faktor keselamatan dan pelayanan bertransportasi.

    “Kami mengharapkan ini bisa dijadikan sebagai barometer keselamatan transportasi. Seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang transportasi, baik di darat, laut, udara, kereta api, hingga industri pendukung yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan sektor transportasi, berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” paparnya.

    Informasi mengenai upaya stakeholders di bidang transportasi nasional, lanjutnya, harus secara bersama-sama mengedepankan keselamatan dan pelayanan akan diketahui secara gamblang melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan Korp Lalu Lintas Polri (Korlantas) salah satunya melalui dukungan tertulis termasuk usulan mengenai tema pameran itu sendiri, sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas keselamatan dan pelayanan transportasi publik.

    Dia menambahkan dukungan terhadap pelaksanaan pameran ini sejak awal memang sudah ditunjukkan baik oleh regulator, operator BUMN dan swasta, termasuk juga dari Kepolisian RI melalui Korp Lalulintas Polri dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. “Yang pasti, pameran kali ini juga merupakan salah satu cara untuk menghimpun serta menyosialisasikan instruksi Menteri Perhubungan guna meningkatkan kualitas keselamatan dan pelayanan jasa penyedia transportasi,” ujarnya.

    Suroyo mengingatkan kebijakan-kebijakan di sektor transportasi tersebut tidak akan berjalan efektif tanpa didukung kesadaran penuh dari para pelaku industri transportasi nasional dalam memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Musibah-musibah di sektor transportasi yang terjadi di sepanjang 2015, baik kecelakaan transportasi di darat, laut, udara, maupun kereta api, menunjukkan betapa pentingnya pengaturan di bidang keselamatan dan pelayanan. Tak kalah penting adalah bagaimana upaya mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai aturan, serta peningkatan kualitas pengawasan dan evaluasi kebijakan tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.