Penipuan Tiket Bon Jovi, PPATK Siap Bantu Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Santoso, Wakil ketua PPATK.  TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Agus Santoso, Wakil ketua PPATK. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan  Agus Santoso mengatakan, PPATK bisa membantu Polri dalam mengusut kasus penipuan tiket konser Bon Jovi. "Polri bisa dibantu PPATK untuk menelusuri rekening para pelaku," kata Agus lewat pesan Whatsapp, Rabu 16 September.

    Agus mengatakan PPATK mendukung cyber police untuk mengungkap jaringan kejahatan e-banking. Juga judi online dan prostitusi online. "Dengan metode follow the money, maka jaringan mafia pasti terbongkar," katanya.

    Menurut Agus, umumnya penipuan ini masalahnya ada pada nasabah yang tidak cermat dalam bertransaksi. Misalnya, nasabah masuk ke alamat website yang palsu yang dibuat oleh penjahat ini. Penjahat,  banyak memanfaatkan kelalaian nasabah pengguna. "Walaupun bisa saja penjahat melakukan hacking, tapi itu pasti sulit."

    Untuk pencegahan, Agus menyarankan agar nasabah atau calon pembeli sebaiknya menggunakan cara pembayaran non tunai via transfer rekening bank.

    Konser Bon Jovi pada Jumat 11 September lalu di Jakarta, disalahgunakan sejumlah penipu. Mereka memasarkan tiket palsu melalui situs www.ticketbonjovi.com dan pesan berantai lewat Blackberry Messenger.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.