Nus Nuzulia Ishak: Potensi Daerah Perkuat Ekspor Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekspor produk dari berbagai daerah di wilayah Indonesia dan diharapkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah akan menjadi mercusuar baru kekuatan ekspor nasional.

    "Ragam potensi lokal nusantara yang digelar selama Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 diharapkan mampu mendorong ekspor nasional," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (15 September 2015).

    Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 tersebut diselenggarakan pada 16-19 September 2015 di Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

    "Kegiatan tersebut akan membuka mata dunia atas kekayaan alam dan keanekaragaman produk yang dimiliki Indonesia. Hal ini akan mampu meningkatkan ekspor Indonesia," ujarnya.

    Sulawesi Tengah kini masih berada di posisi ke-26 sebagai provinsi pengekspor ke dunia. Dalam lima tahun terakhir, tren ekspor dari Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan negatif sebesar 20,16 persen.

    Namun, selama Januari-Juni 2015, ekspor nonmigas Sulawesi Tengah ke dunia mencapai 238,9 juta dolar AS atau melonjak hingga 1.022,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai 21,3 juta dolar AS yang berada di posisi kedua setelah Nusa Tenggara Barat dengan kenaikan sebesar 2.293,71 persen atau senilai 623,8 juta dolar AS.

    Sebagai bagian percepatan pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya kelautan dan pariwisata Indonesia, Sail Tomini 2015 berupaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Sebelumnya, kegiatan Sail diselenggarakan di Bunaken, Banda, Wakatobi-Belitong, Morotai, Komodo, dan Raja Ampat.

    Pengunjung pameran, lanjut Nus, diperkirakan berasal dari para tamu VIP dan undangan lainnya, termasuk para duta besar negara sahabat, pelaku bisnis dari dalam dan luar negeri, kalangan akademisi dan pelajar, wisatawan domestik dan mancanegara, serta para yachter yang mengikuti parade kapal Sail Tomini Expo 2015.

    "Pameran tersebut menjadi ajang promosi yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, investasi, hasil kelautan dan perikanan, kerajinan dan cendera mata, serta berbagai produk lainnya kepada para buyer maupun pengunjung internasional yang datang," jelas Nus.

    Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal PEN Kemendag selaku Ketua Bidang Pameran Potensi Daerah pada Sail Tomini 2015 akan memfasilitasi tujuh UKM dengan menampilkan produk aromaterapi, makanan, cokelat dan lolipop, bordir dan aksesori, senapan angin dan aksesorinya, jaket kulit dan aksesori kulit, serta kerajinan rotan.

    "Sebagai pilar penggerak perekonomian nasional, para UKM menjadi penerang di balik suramnya perekonomian global. Geliat para UKM dalam mengakses pasar yang lebih luas, terutama dalam kegiatan Sail Tomini 2015 diharapkan mampu lebih menggerakkan ekspor di daerah," kata Nus.

    Dalam Pameran Sail Tomini 2015 tersebut, tema yang diangkat adalah "Mutiara Khatulistiwa untuk Kehidupan Masa Depan" dan akan menampilkan ragam produk potensi daerah, hasil kelautan dan perikanan, pertambangan, kehutanan, pertanian, teknologi di bidang perikanan dan hasil riset, kerajinan dan cendera mata, serta berbagai produk lainnya di bidang pariwisata dan investasi dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Pada pameran yang akan digelar di area seluas 3.500 meter persegi tersebut diikuti 206 peserta dari berbagai kementerian atau lembaga, pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD, perusahaan perikanan dan ikan olahan, perbankan dan lembaga keuangan, perusahaan swasta nasional, serta UKM.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.