28,59 Juta Penduduk Indonesia Tergolong Miskin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu mengcari kotoran dibagian rambut anaknya yang tinggal di bantaran Kanal Banjir Barat, Kuningan, Jakarta, 23 Juli 2015. Jumlah penduduk miskin tahun 2015 diprediksikan mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. TEMPO/Subekti

    Seorang ibu mengcari kotoran dibagian rambut anaknya yang tinggal di bantaran Kanal Banjir Barat, Kuningan, Jakarta, 23 Juli 2015. Jumlah penduduk miskin tahun 2015 diprediksikan mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta orang atau mencapai 11,22 persen dari total penduduk.

    "Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari total penduduk Indonesia," kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa, 15 September 2015.

    Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin ini bertambah sebanyak kurang lebih 860 ribu orang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2014 lalu sebanyak 27,73 juta orang atau 10,96 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

    Suryamin menjelaskan, persentase jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2015 adalah 10,65 juta orang atau naik 8,16 persen jika dibandingkan dengan September 2014 lalu yang tercatat sebanyak 10,36 juta orang atau 8,16 persen.

    Sementara untuk persentase jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan juga naik dari sebelumnya pada September 2014 sebanyak 17,37 juta orang atau 13,76 persen, menjadi 17,94 juta orang atau 14,21 persen pada Maret 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.