Rahasia Industri Aneka Tak Terpengaruh Krisis Nilai Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran Gelar Produk Unggulan Jatim ini bertajuk

    Pameran Gelar Produk Unggulan Jatim ini bertajuk "Sukseskan Pasar Dalam Negeri, Kuatkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi, Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Jatim" di Plasa Kementerian Perindustrian, Jakarta, (20/11). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sektor Industri aneka terdiri dari sekitar 1.035 perusahaan industri telah menyerap 1,08 juta orang tenaga kerja dengan total investasi Rp21,23 triliun pada 2014.

    "Total nilai ekspor pada 2014 bahkan mencapai 11,13 miliar dollar AS yang berkontribusi terhadap sekitar 6,31 persen ekspor nasional," klaim Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Harjanto di Jakarta, Selasa, 15 September 2015.

    Di tengah lesunya perekonomian global, lanjut Harjanto, diperlukan tindakan-tindakan ekstra dalam ketahanan industri, salah satunya menyerap begitu banyak tenaga kerja.

    Kemenperin, lanjutnya, melakukan berbagai langkah, di antaranya melanjutkan program restrukturisasi mesin atau peralatan, khususnya untuk industri alas kaki dan penyamak kulit untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi industri, selain memfasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual desain produk industri aneka dalam negeri.

    Terakhir, meningkatkan promosi industri aneka secara eksklusif pada forum resmi nasional dan internasional untuk memunculkan industri kelas dunia.

    Harjanto menambahkan, pada kondisi perekonomian saat ini memang terdapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari beberapa pelaku industri aneka.

    "Ada yang bilang 20 ribu, tapi sebetulnya tidak dalam kondisi seperti inipun sudah ada PHK," ujarnya.

    Namun, industri aneka yang berorientasi ekspor dan menggunakan bahan baku dari dalam negeri tidak terkena dampak pelemahan ekonomi di dalam negeri, klaim Harjanto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.