Jokowi: Pemerintah Konsentrasi Benahi Pangan & Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah saat ini tengah fokus melakukan pembenahan di bidang pangan dan infrastruktur.

    "Konsentrasi kita ke depan selesaikan masalah pangan. Infrastruktur berikutnya, misalnya jalan tol trans Sumatera," kata Presiden saat bertemu dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Qatar di rumah dinas Duta Besar RI untuk Qatar, Doha, Senin malam (14 September 2015) waktu setempat atau Selasa dini hari (14 September 2015) waktu Jakarta.

    Kepala Negara mengatakan saat ini tantangan berat Indonesia ada di bidang ekonomi karena mayoritas barang yang ada adalah dari impor maka pelemahan rupiah dibandingkan dolar Amerika Serikat terasa.

    "Padahal kita punya potensi kekuatan untuk selesaikan yang impor tadi, kalau itu ketemu nggak akan menjadi masalah dalam nilai tukar," papar Presiden.

    Ia menambahkan, "Saya sampaikan transformasi dari konsumsi ke produksi ingin kita ubah, tapi butuh waktu. Mentan saya perintahkan urusan beras, kedelai, jagung tiga tahun, gula lima tahun, daging juga lama lagi lebih dari lima tahun."

    Meski membutuhkan waktu, Presiden menegaskan bahwa transformasi itu harus dilakukan sehingga Indonesia memiliki kemandirian pangan.

    Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur yang harus segera dilakukan.

    "Misalnya jalan tol trans Sumatera. Biasanya kalau tidak segera mulai bila ditunda akan semakin mahal harganya, nanti pembebasan lahan ya mahal," kata Presiden.

    Kepala Negara menambahkan,"Jalur kereta api di Sulawesi akhir bulan ini dimulai, di Papua tahun depan semester kedua, kereta api dimulai. Tidak bisa kita bekerja hanya untuk kita hari ini. Dengan kerja fokus hasilnya akan kelihatan mata," katanya.

    Silaturahmi Presiden dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Qatar dihadiri sekitar 500 orang dan berlangsung di rumah dinas Duta Besar RI di Doha.

    Menurut Duta Besar Dedy Saiful, ada 40.000 warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Qatar. Mereka tersebar di sejumlah kota di negara tersebut. Mayoritas warga Indonesia di Qatar bekerja di sektor perminyakan, kimia, gas dan sektor lainnya.

    Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi oleh Duta Besar RI untuk Qatar, Dedy Saiful dan Menlu Retno Marsudi, Seskab Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.