Ekonomi Lesu, BPS: Ekspor Merosot di Semua Sektor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pjs. Kepala BPS Suryamin  memberi keterangan kepada wartawan sekaligus melakukan teleconference dengan kepala BPS daerah di seluruh Indonesia  di gedung BPS, Jakarta, Senin (6/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    Pjs. Kepala BPS Suryamin memberi keterangan kepada wartawan sekaligus melakukan teleconference dengan kepala BPS daerah di seluruh Indonesia di gedung BPS, Jakarta, Senin (6/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan ekspor pada Agustus 2015 mengalami kenaikan dibanding dengan Juli 2015. “Namun angkanya turun bila dibandingkan Agustus tahun lalu,” kata Suryamin saat konferensi pers di kantor BPS, Selasa, 15 September 2015.

    Dibandingkan dengan Agustus 2014, nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2015 menurun sebanyak 5,99 persen. Hal yang sama juga terjadi pada sektor migas yang mengalami penurunan sebanyak 41,08 persen.

    Sementara itu ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari hingga Agustus 2015 turun 7,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,15 persen. Sedangkan ekspor hasil pertanian naik 1,77 persen.

    Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia dari Januari hingga Agustus 2015 mencapai 102,52 milyar dolar AS, atau menurun 12,70 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2014. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai 89,6 milyar dolar AS atau menurun 7,3 persen.

    Sedangkan pada sektor provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari hingga Agustus 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 17,06 milyar dolar AS (16,64 persen), diikuti Kalimantan Timur dengan nilai 12,92 milyar dolar AS (12,60 persen) dan Jawa Timur sebesar 11,40 milyar dolar AS (11,12 persen).

    MAYA AYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.