Bisnis Batu Akik Sekarang Anjlok, Tapi Pemain Lama Bertahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batu akik yang dijual di sebuah toko di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jakarta,  3 Januari 2014. Perdagangan batu akik per butir berkisar Rp35 ribu-2 juta, yang kisarannya hingga Rp5-10 miliar per hari. TEMPO/Subekti.

    Batu akik yang dijual di sebuah toko di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jakarta, 3 Januari 2014. Perdagangan batu akik per butir berkisar Rp35 ribu-2 juta, yang kisarannya hingga Rp5-10 miliar per hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lesunya bisnis batu akik belakangan ini diakui oleh banyak pengusaha. Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, yang selama ini menjadi pusat belanja batu akik terbesar di Jakarta, kini tampak sepi. Toko-toko yang menjual batu aneka warna kini lengang.

    Salahsatu pemilik toko batu akik di Rawa Bening, Muhammad Rafiq (40), membenarkan adanya penurunan drastis dari animo masyarakat membeli batu akik. Pemilik Toko Pahala Gemstone ini mengaku anjloknya bisnis batu akik cukup terasa.

    Penurunan ini, kata dia, terjadi sejak dua bulan lalu. "Sebelum sepi pengunjung saya bisa mendapat omzet hingga Rp 150 juta perbulan," kata Rafiq. "Sekarang dapat sekitar 70 juta saja perbulannya," kata dia. Rafiq memperkirakan penurunan omzet yang dialami pedagang batu akik di Rawa Bening rata-rata 60-70 persen.

    Meski demikian, penurunan omzet ini hanya memukul para pemain baru, alias mereka yang baru terjun ke bisnis batu akik setelah terjadi lonjakan permintaan sejak akhir tahun lalu. "Kalau pengusaha yang sudah lama menetap, tidak terlalu terpengaruh dengan sepinya pengunjung," kata Rafiq.

    "Masalah naik turun omzet bagi para pengusaha lama itu sudah menjadi hal biasa," katanya. Berbeda dengan para pendatang baru yang kemampuan modalnya relatif lebih tipis. "Karena musiman,  mereka mengalami penurunan pendapatan yang signifikan," kata dia

    Saat ini, kata Rafiq, ada ribuan jenis batu akik  beredar di pasar Rawa Bening. Beberapa jenis yang tetap menjadi idola bagi para konsumen adalah akik jenis zamrud, bacan, dan pancawarna. "Kualitas dan keindahan batu tersebut sudah teruji," kata dia.

    Beberapa batu akik lain kini mulai hilang di pasaran karena tidak banyak lagi konsumennya. "Batu lokal yang tidak terkenal seperti raflesia bengkulu, kinyang, dan batu lain yang murah-murah sekarang tidak ada," ujar dia.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.