Nelayan Cilacap Mampu Hasilkan Rp 3 Juta per Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nelayan. TEMPO/Lazyra Amadea Hidaya

    Ilustrasi nelayan. TEMPO/Lazyra Amadea Hidaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai meningkat seiring mulai datangnya musim panen ikan, kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Indon Tjahjono.

    "Kebetulan saya kemarin sore memantau aktivitas nelayan yang baru pulang melaut. Alhamdulillah nelayan sudah mulai mendapatkan hasil meskipun belum optimal," katanya, di Cilacap, Selasa, 15 September 2015.

    Ia mengatakan rata-rata satu perahu nelayan bisa memperoleh penghasilan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta dalam sehari. Dalam hal ini, dia mencontohkan perahu nelayan yang membawa hasil tangkapan berupa udang.

    "Harga udang dogol saat ini berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram sedangkan udang jerbung berkisar Rp150 ribu hingga Rp 170 ribu per kilogram. Ya sudah mulai ada hasil, ibarat debu yang sudah sangat tebal akibat kemarau panjang, tersiram air," katanya.

    Selain itu, kata dia, ubur-ubur yang biasa digunakan untuk campuran bahan kosmetik juga mulai bermunculan di perairan selatan Jawa Tengah meskipun ukurannya masih kecil-kecil.

    Bahkan, kata dia, sejumlah pengepul ubur-ubur sudah mulai membuka lapak di beberapa tempat pendaratan ikan.

    Ia mengharapkan hasil tangkapan nelayan Cilacap naik pada musim panen kali ini karena sedang berlangsung kemarau panjang.

    Kendati kemarau panjang berdampak bagus terhadap perikanan tangkap, dia mengakui bahwa kondisi tersebut justru menyulitkan petani. "Kemarau panjang bagi nelayan sangat bagus, tapi bagi petani kasihan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?