Ali Wardhana, Menteri Ingusan dan Lulus Meragukan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Wardhana, Jakarta, 19 Juli 2007. TEMPO/ Muradi

    Ali Wardhana, Jakarta, 19 Juli 2007. TEMPO/ Muradi

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesor Doktor Ali Wardhana, mantan Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan era Orde Baru, mendapatkan penghargaan Wirakarya Adhitama dari Fakultas Ekonomi Universitas dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Fakultas Ekonomi UI. Ali Wardhana dinilai telah memberikan sumbangsih besar kepada Fakultas Ekonomi UI maupun pada pembangunan bangsa.

    "Saya memulai jabatan sebagai Menteri Keuangan pada usia muda, masih 40 tahun," kata Prof Dr Ali Wardhana setelah menerima penghargaan Wirakarya Adhitama di Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Jumat, 6 Juni 2014.

    Lantaran usianya yang terbilang muda sebagai menteri, Ali Wardhana mengatakan dia diberi julukan oleh media sebagai menteri ingusan. "Setiap hari di media ditulis menteri ingusan berbuat ini atau itu," ujar Ali.

    Meski muda usia, Ali mampu membuktikan kepiawaiannya menjadi pemimpin hingga berhasil menjabat selama 15 tahun sebagai Menteri Keuangan selama periode 1968-1983. "Tapi belum ada yang bisa seperti saya, belum ada yang mengalahkan saya," tutur Ali dengan bangga di depan semua alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan tamu undangan.

    Ali Wardhana pun bercerita, saat melakukan sidang yudisium di Universitas Indonesia, dewan sidang sempat menyatakan dirinya dinyatakan lulus dengan ragu-ragu. "Jadi saya jadi menteri ingusan yang lulusnya pun dinyatakan meragukan," ucap Ali.

    Berikut ini karier Ali Wardhana, pria kelahiran Solo, 6 Mei 1928:

    1. anggota penasihat ekonomi zaman Orde Baru;
    2. Menteri Koordinator Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan periode 1983-1988;
    3. Menteri Keuangan periode 1968-1983;
    4. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia periode 1967-1978;
    5. Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional periode 1971-1972.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.