Dukung Sail Tomini, Kemenag Gelar Gebyar Pesantren Maritim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedayung memacu perahunya pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Lomba perahu tradisional tersebut untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Suku Bajo Boalemo sekaligus merayakan Sail Tomini 2015. ANTARA/Yusran Uccang

    Pedayung memacu perahunya pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Lomba perahu tradisional tersebut untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Suku Bajo Boalemo sekaligus merayakan Sail Tomini 2015. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama RI memberikan dukungan penuh bagi suksesnya pelaksanaan "Sail Tomini 2015" di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dibuktikan dengan penyelenggaraan "Gebyar Pesantren Maritim" di Kota Palu pada Minggu (13 September 2015).

    Informasi dari Kemeterian Agama di Jakarta, Senin (14 Sptember 2015) menyebutkan, keikutsertaan Kemenag dalam perhelatan internasional itu dipercayakan kepada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, terutama karena kegiatan tersebut terkait dengan kegiatan pembangunan pesantren maritim.

    Disebutkan pula, Gebyar Pesantren Maritim bertujuan mensosialisasikan program dan keberadaan pondok pesantren (ponpes) maritim kepada masyarakat, sekaligus merupakan bentuk dukungan Kemenag terhadap penyelenggaraan "Sail Tomini 2015."

    Ponpes maritim itu sendiri adalah ponpes yang secara geografis dekat dengan pesisir pantai. Pesantren tersebut tidak hanya mengajarkan materi berupa ayat-ayat tentang kelautan, melainkan lebih menekankan pada aktualisasi nilai-nilai Islam dalam upaya memanfaatkan kekayaan alam serta menjaga kelestariannya.

    Ponpes tersebut juga berupaya menjadikan Islam sebagai nilai yang melandasi tingkah laku, bukan hanya sebagai pedoman praktis berlayar atau mencari ikan di laut, namun lebih dari itu untuk membentuk karakter dan internalisasinilai Islam para santri dengan kemandirian ekonomi pesantren maritim.

    Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Dr H Mohsen, beberapa ponpes di Sulteng menjadi proyek percontohan untuk pengembangan ponpes maritim sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat studi banding bagi pesantren-pesantren lainnya di Tanah Air.

    Terkait "Gebyar Pesantren Maritim" pada 13 Desember 2015, disebutkan bahwa acara tersebut dilaksanakan dengan kegiatan berupa jalan santai dan karnaval kendaraan hias dengan start dan finish di Anjungan Pantai Talise Kota Palu pada pukul 07.00 hingga 09.00 Wita.

    Jalan santai diikuti oleh ribuan santri, ustad/kiayi, murid dan guru madrasah, jamaah majlis taklim, pegawai Kemenag Provinsi Sulteng dan Kabupaten/Kota serta masyarakat umum setempat.

    Selain itu dilaksanakan "Music performance" dari grup band "Wali" pada jam 10.00 Wita di Anjungan Pantai Talise Kota Palu. Wali merupakan kelompok band anak muda yang personelnya adalah santri alumni pondok pesantren.

    Pada kesempatan itu Kemenag juga memberikan bantuan operasional ponpes dan insentif untuk para ustadz dari 40 ponpes maritim di seluruh Indonesia. Sebanyak 20 di antaranya adalah ponpes maritim yang berada di Provinsi Sulteng.

    Selain itu Kemenag menyelenggarakan "Pesantren Maritim Ekspo" mulai 14 hingga 19 September 2015 di Parigi Moutong bersama kementerian dan lembaga lain dengan menampilkan aneka produk dan karya santri yang terkait dengan kemaritiman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.