Rupiah Melemah, Lelang Obligasi Negara Sepi Peminat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Reza Priyambada menilai lelang obligasi negara yang sudah dilaksanakan pemerintah sepi peminat. Hal itu bisa dilihat dari berkurangnya jumlah permintaan yang masuk dan yang dimenangi pemerintah. "Pemerintah hanya menerima penawaran empat seri SUN (surat utang negara) senilai Rp 216 miliar," kata Reza dalam rilis yang diterima Tempo, Ahad, 13 September 2015.

    Analis dari NH Korindo Securities itu menyebutkan penawaran yang masuk dari investor meliputi seri FR0030 sejumlah Rp 55 miliar, FR0060 Rp 45 miliar, FR0028 Rp 111 miliar, dan FR0038 Rp 5 miliar. Padahal, ucap dia, dalam lelang tersebut, terbuka kesempatan bagi peserta untuk menukarkan enam seri SUN. "Pemerintah hanya menyerap satu seri, yaitu FR0030 senilai Rp 55 miliar. Surat utang itu jatuh tempo pada 15 Mei 2016," ujar Reza.

    Kamis, 10 September 2015, Kementerian Keuangan melakukan lelang pembelian kembali obligasi negara dengan cara penukaran (debt switch), yaitu menggunakan fasilitas Ministry of Finance Dealing System (MOFiDS). Peserta lelang menawarkan empat seri obligasi negara dari enam seri yang ditawarkan pemerintah. Jumlah nominal penawaran yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp 216 miliar.

    Reza menganggap kurangnya permintaan yang masuk pada dua kali lelang menunjukkan masih negatifnya sentimen di pasar obligasi. Di sisi lain, sentimen dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih menjadi penahan laju pasar obligasi. Imbasnya, aksi jual dari para pelaku pasar masih terjadi.

    Ia memprediksi, pada pekan ini, pasar obligasi kian volatile. "Rilis Bank Indonesia tampaknya akan berbarengan dengan keputusan The Fed soal suku bunga," tuturnya.

    Lebih lanjut, pelemahan di pasar obligasi berpeluang terjadi lagi jika pelaku pasar kembali menahan posisi dan tidak mengurangi aksi jualnya. Meski demikian, Reza berharap pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam. Ia memprediksi laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang mulai ±70 hingga 97 basis point.

    ADITYA BUDIMAN
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.