Satgas Penanggulangan Kebakaran Minta Penyedot Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi menerobos asap kabut dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Jambi, 5 September 2015. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan ilegal di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan Indonesia telah mengganggu aktivitas warga. AP

    Pengemudi menerobos asap kabut dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Jambi, 5 September 2015. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan ilegal di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan Indonesia telah mengganggu aktivitas warga. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Tim Penanggulangan Kebakaran lahan dan Hutan (Kalahut) Provinsi Kalimantan Tengah meminta mesin penyedot asap pekat.

    Mesin tersebut milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan sudah pernah digunakan di Sumatera Selatan, kata Komandan Satgas Tim Penanggulangan Kalahut Kalteng Kolonel Arh Purwo Sudaryanto di Palangka Raya, Jumat (11 September 2015).

    "Kami sedang membuat dan akan segera mengirimkan surat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar meminjamkan mesin penyedot asap tersebut kepada BPPT," ucapnya.

    Purwo yang juga Danrem 102 Panju Panjung itu menyebut mesin penyedot asap tersebut nantinya akan ditempatkan di sekitar Bandara Tjilik Riwut, agar penerbangan dari dan menuju Palangka Raya tidak terganggu.

    Dia mengatakan jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut sekarang ini terganggu karena kabut asap yang semakin pekat dan berdampak pada pendeknya jarak pandang, yakni 500 meter.

    "Kalau memungkinkan, alat penyedot asap itu tidak hanya di Bandara, tapi juga lokasi lainnya. Tapi, kita sementara ini memprioritaskan di Bandara Tjilik Riwut agar tetap beroperasi," katanya.

    Komandan Satgas Tim Penanggulangan Kalahut Kalteng itu mengusulkan helicopter water bombing Mi8 yang telah diberikan BNPB ke provinsi ini dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan agar diganti dengan jenis lain.

    Untuk memadamkan lahan maupun hutan yang terbakar sulit dijangkau tim darat, tiga helicopter diberikan BNPB untuk memmbantu. Hanya, satu Helicopter jenis Mi1 tidak bisa beroperasi karena jarak pandang kurang dari 1000 meter.

    "Daripada helicopter tersebut hanya parkir di Bandara, lebih baik diganti dengan jenis lain. Ini juga akan kami usulkan kepada BNPB. Intinya, Kami akan melakukan apa saja agar kabut asap bisa ditanggulangi," demikian Purwo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.