IHSG Melemah 4, 01 Poin, Rupiah Diharapkan Tidak Bergejolak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pialang memantau pergerakan saham saat peringatan '38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia' di Gedung Bursa Efek Jakarta, 10 Agustus 2015. Acara dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad dan para pelaku pasar modal. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah pialang memantau pergerakan saham saat peringatan '38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia' di Gedung Bursa Efek Jakarta, 10 Agustus 2015. Acara dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad dan para pelaku pasar modal. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah tipis sebesar 4,01 poin menyusul sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi beli selektif.

    IHSG BEI ditutup melemah 4,01 poin atau 0,09 persen menjadi 4.343,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,73 poin (0,10 persen) menjadi 731,49.

    "IHSG BEI ditutup melemah tipis setelah sempat tertekan cukup dalam hingga mencapai satu persen lebih. Dalam perjalanannya di sepanjang hari ini (10 September 2015) hingga menjelang penutupan, sebagian pelaku pasar saham mulai melakukan aksi selektif beli sehingga pelemahan indeks BEI tidak terlalu dalam meski masih berada di area negatif," ujar Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan di Jakarta, Kamis, 10 September 2015.

    Menurut dia, di tengah maraknya sentimen negatif terutama dari eksternal, pelaku pasar juga mencermati sentimen dari dalam negeri. Kebijakan pemerintah terutama yang diuraikan oleh Gubernur Bank Indonesia dinilai sudah mencakup untuk sektor pasar modal sehingga investor yang berniat untuk melakukan penarikan dana juga akan kembali berfikir.

    Ia mengemukakan bahwa salah satu paket kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia cukup diapresiasi sebagin investor di pasar modal yakni memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil sisi suplai perekeonomian, serta memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

    "Kebijakan BI langsung menyasar ke sekro jasa keuangan, itu cukup diapresiasi. Nilai tukar rupiah diharapkan tidak bergejolak," ucapnya.

    Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 204.306 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,51 miliar lembar saham senilai Rp3,50 triliun. Sebanyak 122 saham bergerak naik, 166 saham bergerak turun, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan sebanyak 84 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 568,81 poin (2,57 persen) ke level 21.562,50, indeks Nikkei turun 470,89 poin (2,51 persen) ke level 18.299,62, dan indeks Straits Times melemah 34,48 poin (1,18 persen) ke posisi 2.893,66.      

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.