Afrika Selatan Jajaki Investasi di NTB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga kulit putih mendatangi lahan pertanian pemimpin kulit putih Eugene Terreblanch di  Ventersdorp, Afrika Selatan (5/4). AP/Schalk van Zuydam

    Seorang warga kulit putih mendatangi lahan pertanian pemimpin kulit putih Eugene Terreblanch di Ventersdorp, Afrika Selatan (5/4). AP/Schalk van Zuydam

    TEMPO.CO, Mataram - Duta Besar Afrika Selatan di Indonesia, Pakamisa Augustine Sifuba, menjajaki investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia, yang didampingi Direktur Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI Lasro Simbolon, bertemu Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin di Mataram, Kamis, 10 September 2015.

    Dalam kunjungan pertama di NTB ini, Duta Besar Sifuba terkesan dengan potensi NTB sejak dari Bandara Internasional Lombok hingga Kota Mataram. "Bagus sekali potensi pertanian, infrastruktur jalan juga sangat bagus," katanya.

    Wakil Gubernur Muhammad Amin memaparkan potensi dan strategi pembangunan Provinsi NTB. Seperti pengembangan sektor pariwisata, rencana pembangunan Global Hub di Lombok Utara, sektor ekonomi kreatif, dan potensi PIJAR (sapi, jagung, dan rumput laut).

    "Kami harapkan akan ada tindak lanjut untuk saling menjajaki potensi yang ada," ujarnya. Ia mengatakan, untuk menarik investor dari Afrika Selatan, pemerintah akan memberikan kemudahan regulasi.

    Sifuba menyebutkan potensi yang ada di NTB memiliki kesamaan dengan Afrika Selatan, dari pertanian, peternakan, hingga industri kerajinan. Menurut Sifuba, sektor pertanian di negaranya dikelola secara modern dan menjadi sektor unggulan. Saat ini, kata dia, di Afrika Selatan ada 38 ribu petani, dan 98 persen ekonomi negaranya disumbang sektor pertanian.

    Afrika Selatan saat ini merupakan negara eksportir yang bergerak pada bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Sifuba mengatakan di Afrika Selatan juga banyak orang Indonesia. "Kami berharap ke depan dapat memanfaatkan dan mengeksplor potensi kedua belah pihak," ucap Sifuba.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.