Transaksi di Wisata Balai Kota DKI Gunakan Non-Tunai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Balaikota (Kantor Gubernur) DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    Gedung Balaikota (Kantor Gubernur) DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan sistem nontunai dalam semua transaksi jual-beli selama berlangsungnya wisata di Balai Kota DKI.

    "Selama wisata, nanti akan ada jajanan kuliner makanan dan minuman, lalu ada suvenir juga. Semua transaksi itu tidak boleh dilakukan dengan uang tunai, tapi harus nontunai," kata Kepala Biro Umum DKI Agustino Dharmawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 10 September 2015.

    Menurut Agustino, pihaknya akan menerapkan sistem voucher untuk setiap transaksi jual-beli yang dilakukan. Dengan begitu, pihaknya ikut menggalakkan sistem nontunai dalam transaksi perdagangan.

    "Jadi nanti akan ada voucher. Para pengunjung yang merasa lapar atau haus dapat membeli aneka makanan atau minuman menggunakan voucher tersebut," ujar Agustino.

    Dia menuturkan, pada Sabtu, 12 September 2015, Balai Kota DKI mulai dibuka untuk wisata secara gratis. Balai Kota dapat dikunjungi oleh warga Jakarta dan wisatawan setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 hingga 17.00 untuk kunjungan di area dalam ruangan dan pukul 10.00 hingga 20.00 untuk area luar.

    "Di dalam ruangan, wisatawan akan diajak ke Balai Agung. Di situ, pengunjung akan ditunjukkan tayangan seputar Jakarta dan konsep Smart City. Sedangkan di luar ruangan, pengunjung bisa menikmati aneka kuliner dan ada juga pertunjukan musik," tutur Agustino.

    Selain itu, dia melanjutkan, para pengunjung dapat membeli berbagai jenis buah tangan dan kerajinan khas Jakarta di stan milik Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI Jakarta yang terletak di Gedung Blok G Balai Kota.

    Dia mengungkapkan bahwa dibukanya Balai Kota sebagai tempat wisata umum merupakan wujud terbukanya Pemerintah Provinsi DKI mengajak peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan di Ibu Kota.

    "Apalagi dalam wisata tersebut akan dibeberkan juga konsep Smart City yang memberikan banyak informasi. Diharapkan wisata ini dapat menjadi umpan balik bagi masyarakat untuk berperan aktif membangun Kota Jakarta," ucapnya.

    ANTARA

    Artikel Menarik:
    Kisah Mistik Hantu Cerutu di Istana Presiden RI
    Perangkap Seks Intelijen Itu Bernama Cindy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.