Ini Penyebab Bongkar-Muat di Pelabuhan Priok Jadi Lama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan penyebab lamanya waktu sandar kapal adalah Pelindo menyewakan lapaknya ke berbagai perusahaan swasta. "Koordinasinya tidak bagus,  sehingga waktu sandar bisa menjadi sangat lama," katanya di Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai, Tanjung Priok, Kamis, 10 September 2015.

    Rizal berujar, biaya sandar kapal ukuran 5.000 GWT sekitar US$ 5.000 dan kapal yang lebih besar ukurannya sebesar US$ 17 ribu. Semakin lama kapal bersandar, biayanya semakin mahal. Organisasi Pelindo dinilai kurang bagus karena dikuasai banyak pengusaha lapak.

    Menteri Rizal ingin pelabuhan Tanjung Priok seperti pelabuhan di Makassar dan Surabaya yang berprinsip first come, first serve. Yakni kapal yang datang pertama kali yang mendapat pelayanan unloading. "Tapi yang terjadi, karena sibuk bagi-bagi rezeki, kadang-kadang harus masuk lapak nomor 3, harus masuk lapak nomor 5. Inefisiensinya luar biasa."

    Untuk itu, Rizal ingin Pelindo dan administrator pelabuhan menegakkan prinsip first come, first serve. "Jangan sampai ada raja-raja kecil dalam bentuk raja-raja lapak ini. Ngapain aja Pelindo di sini, ngapain saja administrator pelabuhan kalau tidak membenahi."

    Rizal meminta dua institusi itu membenahi lapak-lapak tersebut, agar waktu sandar kapal menjadi lebih cepat dan biayanya menjadi lebih murah. Adapun waktu sandar kapal, menurut dia, bisa sampai lima hari.

    Rizal membandingkan, waktu sandar kapal di luar negeri hanya 1,5 hari. "Kami akan perintahkan dulu. Yang penting dikurangi," tuturnya. "Lapak-lapak itu biasalah dapat jatah. Kan, harusnya masuknya lapak 1 tapi digeser dulu ke lapak 5, jadi sangat enggak teratur. Selain itu, berdampak ke dwelling time."

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.