Pameran Foto Bahari Ditutup Menteri Susi di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menutup pameran foto bahari yang diselenggarakan oleh Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta, Rabu malam, 9 September 2015.

    Dalam acara itu, Menteri Susi menyempatkan mengamati 168 foto hasil jepretan pewarta foto yang sebagian besar merekam dinamika kehidupan pesisir serta flora dan fauna laut.

    "Seni fotografi, gambar, visual memiliki fungsi menghibur, mencerahkan serta membuat lebih pandai," kata Menteri Susi.

    Menurut dia, karya foto jurnalistik memiliki peran penting dan efektif sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, keluhan, serta masukan bagi pemerintah dalam proses pembangunan. "Sehingga kita (pemerintah dan jurnalis) harus bersatu bekerja dan berkarya menjadikan negara kita besar," kata dia.

    Susi menilai di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, pameran karya seni baik fotografi maupun lukisan perlu terus digalakkan. "Di tengah kehidupan seperti sekarang ini, semua serba mahal, serba susah, sehingga seni selalu dibutuhkan," kata dia.

    Selain itu, Susi juga mengaku di tengah kesibukannya sebagai menteri selalu membutuhkan berbagai bentuk karya seni sebagai selingan serta penyeimbang kerja.

    "Agar kerja kita yang keras dapat seimbang. Biasanya saya meminta disetelkan musik atau sekadar lihat-lihat foto," kata dia.

    Sementara itu, perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta Bramasto Adhy mengatakan pameran foto yang digelar mulai 1 September 2015 itu merupakan upaya untuk mendorong masyarakat untuk lebih menyadari keberadaan budaya pesisir serta kekayaan laut Nusantara.

    "Kami ingin penikmat foto menyadari kekayaan alam, kelautan, dan budaya pesisir," katanya.

    ANTARA

    Baca juga:
    Krisdayanti Pamer Foto Berdua Aurel, Ini Ceritanya
    Saingi Susi, Buwas: Kapal dan Orangnya Kami Tenggelamkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.