Genjot Pasar E-Commerce, Pemerintah Harus Lakukan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emirsyah Satar. TEMPO/Subekti

    Emirsyah Satar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar e-commerce dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mendongkrak perekonomian saat pasar global lesu. Pemerintah diharapkan dapat memberi dukungan untuk menggenjot pertumbuhan pasar berbasis elektronik ini.

    "Kami sudah ajukan usul kepada Menkominfo untuk merevisi perbaikan infrastruktur," kata Chairman Matahari Mall Emirsyah Satar di Jakarta pada Rabu, 9 September 2015.

    Ada empat poin yang diajukan untuk terus memakmurkan pasar yang tengah berkembang ini. Pertama, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur penunjang pasar elektronik. Emirsyah menyebutkan seperti penguatan jaringan broadband, peningkatan penetrasi Internet, dan pengembangan sumbar daya manusia.

    Indonesia dengan penduduk sebanyak 250 juta jiwa, menurut Emir, adalah pasar yang terbesar di ASEAN. Pangsa pasar untuk e-commerce adalah 1,3 persen dari total penjualan retail atau senilai US$ 1,1 miliar (Rp 15,5 triliun).

    Baca juga:
    Krisdayanti Pamer Foto Berdua Aurel, Ini Ceritanya
    Saingi Susi, Buwas: Kapal dan Orangnya Kami Tenggelamkan

    Emir berkata, apabila pemerintah mampu memacu perkembangan infrastruktur dalam 5 tahun ke depan, angka tersebut dapat berkembang 15-20 kali lipat. "Dengan pangsa pasar sebesar ini, sayang kalau tak dimanfaatkan."

    Kemampuan penetrasi Internet masyarakat Indonesia juga masih rendah, yakni 30 persen. Bisa dikatakan 70 persen masyarakat Indonesia belum terekspos pada kecanggihan Internet.

    Hal ini justru berbanding terbalik dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Emirsyah mengatakan Singapura memiliki tingkat penetrasi 85 persen dan Malaysia 50 persen. Padahal pasar keduanya tak sebesar Indonesia.

    Emir mengatakan, dalam setahun ini, Indonesia harus sudah bisa menyusul Malaysia. "Meski 50 persen, tentu berbeda besarannya dengan Malaysia. Soalnya jumlah penduduk kita kan lebih besar. Bayangkan saja berapa," kata mantan CEO Garuda Indonesia itu.

    Untuk itu, ia mengharapkan aturan pemerintah tentang e-commerce yang mendorong para pelaku lokal. Dengan dukungan pemerintah, mereka dapat menjadi besar dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jangan justru aturannya membuat para pelaku di posisi disadvantage (rugi)."

    URSULA FLORENE

    Baca juga:
    Inilah yang Terjadi Di Balik Pertemuan Novanto-Trump
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.