Paket September Gagal Angkat Indeks Saham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -  Paket kebijakan ekonomi pemerintahan Joko Widodo atau Paket September I, yang diluncurkan kemarin, belum mampu mendorong bursa saham. Sepanjang  perdagangan sesi I, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Pergerakan indeks saham ini cenderung dipengaruhi koreksi tajam yang dialami bursa saham regional.

    Pada awal perdagangan, IHSG sudah dibuka pada level 4.312,66. Laju indeks yang tertekan bahkan membuat indeks saham sempat menyentuh level terendah 4.290,68. Untung, menjelang jeda sesi I, aksi beli domestik yang terjadi menahan laju pelemahan indeks.

    Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan kuatnya arah koreksi regional memang menyebabkan indeks tak mampu bergerak ke zona hijau. Sebab, sebagai acuan trading jangka pendek, koreksi regional tentu lebih menjadi pertimbangan investor dalam mengakumulasi saham. “Bagi investor, regional tetap menjadi panglima,” katanya, Kamis, 10 September 2015.

    Apalagi, menurut Satrio, tidak ada yang relatif baru dalam agenda kebijakan September I. Komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meredam volatilitas nilai tukar rupiah dinilai masih sejenis dengan paket kebijakan sebelumnya.

    Sebagaimana diketahui, lantaran masih menunggu penentuan suku bunga Amerika Serikat (Fed’s Rate) pada 16-17 September, mayoritas bursa saham regional cenderung mengalami koreksi. Indeks Nikkei 225 anjlok 3,02 persen menjadi 18.204,31. Begitu pula indeks  Hang Seng, yang turun 1,93 persen ke level 21.704,63. Sedangkan Shanghai terkoreksi 0,30 persen menjadi 3.233,50.

    MEGEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.