Tiket Promo Kereta Api Serba Rp 70 Ribu Laku Keras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian gerbong kereta api ekonomi Pasundan Bandung-Surabaya. Pelayanan KA ekonomi angkutan Lebaran kini jauh lebih tertib, dan tidak perlu berebut karena tiket disesuaikan dengan nomor gerbong dan tempat duduk. Bandung, 10 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Rangkaian gerbong kereta api ekonomi Pasundan Bandung-Surabaya. Pelayanan KA ekonomi angkutan Lebaran kini jauh lebih tertib, dan tidak perlu berebut karena tiket disesuaikan dengan nomor gerbong dan tempat duduk. Bandung, 10 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sengaja memangkas harga tiket kereta komersialnya menjadi Rp 70 ribu untuk merayakan ulang tahunnya ke-70 tahun ini.

    "Kami memberikan 70 ribu tiket promo itu untuk 42 kereta komersial baik kelas eksekutif, bisnis, hingga ekonomi. Tapi bukan kereta PSO (public service obligation)," kata Vice President VP Public Relations PT KAI Agus Komarudin, saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 September 2015.

    Agus mengatakan, program tiket promo ulang tahun PT KAI itu disebar acak pada 42 kereta api komersial tersebut untuk perjalanan kereta api pada 7-28 September 2015.

    “Sifatnya acak, tapi di web pemesanan tiket misalnya akan muncul ketersediaan tiket kereta promo itu,” ujar Agus.

    Saat memesan tiket kereta lewat situs pemesanan misalnya, akan muncul dua harga tiket jika harga tiket serba Rp 70 ribu itu masih tersedia. Agus mengaku, sebagian besar tiket promo itu laris manis. “Sore ini saya belum mendapat laporan. Tapi tadi pagi ketersediaannya masih ada sekitar 25 persenan,” kata Agus.

    Program tiket serba Rp 70 ribu itu sengaja untuk memperingati hari jadi PT Kereta Api Indonesia ke-70 tahun, yang jatuh pada 28 September 2015. Penawaran harga tiket spesial itu disebar acak pada 42 kereta api komersial tertentu.

    Kereta kelas eksekutif misalnya, tiket Rp 70 ribu itu disediakan di antaranya di kereta Argo Bromo Anggrek, Argo Parahyangan, Gajayana serta Turangga. Di kelas bisnis di antaranya pada Kereta Senja Utama Solo, Jayabaya serta Menoreh.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.