Jokowi Tak Ingin Revisi Target Listrik 35 Ribu Megawatt

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM, Sudirman Said. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri ESDM, Sudirman Said. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian ESDM tetap menjaga target pembangunan kapasitas listrik 35 gigaWatt. Pernyataan ini disampaikan Jokowi pada Menteri ESDM Sudirman Said dan Direktur Utama PT PLN (Persero) ketika bertandang ke Istana Negara kemarin.

    "Beliau malah bertanya pada saya, kapan bisa kita tambah 35 megawatt lagi?" ujar Sudirman saat memimpin rapat koordinasi pengembangan listrik di Hotel Dharmawangsa, Rabu, 9 September 2015.

    Menurut Sudirman, pernyataan Jokowi valid. Sebab, saat ini Indonesia sedang berkembang dan butuh listrik lebih banyak lagi, utamanya bagi daerah yang belum kebagian.

    Saat ini, konsumsi listrik per kapita nasional hanya 0,8 megawatt. Malaysia lima kali lipat lebih banyak, dipimpin Singapura yang konsumsinya sepuluh kali lipat lebih banyak.

    Kapasitas listrik terpasang saat ini pun hanya 47 gigaWatt. Bila dihitung berdasarkan luas wilayah, Indonesia jauh tertinggal dengan Brazil yang kapasitas terpasangnya sudah 113 gigaWatt.

    Menurut Sudirman, alasan merevisi target karena kemampuan PLN justru membuat negara jalan di tempat. "Yang betul adalah kita tetapkan target, kalo PLN kesulitan, kita bantu. Ini dalam rangka melayani masyarakat," ujar mantan Dirut PT Pindad ini.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.