Jelang Idul Adha, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli Daging

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sapi yang berada di rumah potong hewan (RPH) di kalideres. Sidak dilakukan karena ada dugaan permainan daging sapi, yang dilakukan oleh oknum tidak bertangung jawab dan ada pihak yang membiayai aksi mogok  para pedagang sapi tersebut. Jakarta, 11 Agustus 2015. TEMPO./Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah sapi yang berada di rumah potong hewan (RPH) di kalideres. Sidak dilakukan karena ada dugaan permainan daging sapi, yang dilakukan oleh oknum tidak bertangung jawab dan ada pihak yang membiayai aksi mogok para pedagang sapi tersebut. Jakarta, 11 Agustus 2015. TEMPO./Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjual daging sapi di Pasar Argosari Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan penurunan permintaan daging sapi menjelang Idul Adha 2015, meski sudah menurunkan harga jual.

    Salah seorang pedagang daging di Pasar Argosari Wonosari, Tri, di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan, harga sapi hidup di pasaran naik hingga Rp2 juta per sapi menjelang Idul Adha.

    "Sekarang harga sapi hidup sudah mahal," kata Tri.

    Ia menduga kenaikan harga hewan hidup ini dikarenakan para pemilik hewan lebih memilih menahan hewan mereka untuk dijual nanti beberapa hari menjelang Idul Adha.

    Tri mengatakan pada sisi lain, kenaikan harga hewan hidup di pasaran tidak dibarengi daya beli masyarakat.

    Menurut dia, masyarakat lebih memilih tidak membeli daging secara berlebihan ketika tidak ada keperluan.
    "Pembeli cenderung mengurangi pembelian daging, mungkin karena mendekati hari kurban," katanya.

    "Harga daging sapi kualitas terbaik itu sebetulnya di jual Rp120.000 tapi karena sejak beberapa minggu ini tidak ada yang beli jadi kami turunkan menjadi Rp110.000 per kilogram. Sedangkan harga daging kambing harganya Rp100.000 per kilogram," kata dia.

    Ia berharap pemerintah segera mempunyai solusi atas kondisi ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.