Polda Banten: 2.000 Pohon Hijaukan Kawasan Hutan Baduy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boy Rafli Amar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Boy Rafli Amar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Banten melakukan gerakan penghijauan di kawasan hutan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak dengan menanam aneka jenis tanaman keras.

    "Kami melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 2.000 pohon di kawasan hutan Baduy," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi di Lebak, Senin (7 September 2015).

    Ia mengatakan, gerakan penghijauan di kawasan Baduy itu dilaksanakan secara rutin tahunan dari Polda Banten.

    Penghijauan dengan menanam tanaman keras antara lain albasia, mahoni, jati, bambu, jabon, petai, nangka dan tanaman buah-buahan.

    Saat ini, kawasan hutan Baduy cukup bagus dan terus dilakukan penghijauan.

    Sebab Polda Banten memiliki kepedulian terhadap pelestarian hutan dan lahan.

    "Kami sebagai polisi sahabat alam tentunya sangat komitmen untuk menjaga pelestarian hutan dan lahan," katanya.

    Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi terhadap masyarakat Baduy karena pemeliharaan hutan dan lahan sangat baik.

    Saat ini, gerakan penghijauan di kawasan Baduy berjalan dengan optimal sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Selama ini, hutan pegunungan kendeng Baduy menjadikan kawasan daerah hulu sungai di Provinsi Banten.

    "Kita harus menjaga kawasan hulu agar tidak rusak karena bisa menimbulkan bencana banjir besar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan hilir," katanya.

    Pemuka adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Saija mengatakan hutan dan lahan di kawasan Baduy saat ini cukup baik dan tidak mengalami kerusakan.

    Sebab kawasan Baduy merupakan daerah hulu di Provinsi Banten juga memiliki hutan lindung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara