IHSG: Investor Takut Bergerak Selama Rupiah Terdepresiasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah terbatas di jeda siang Selasa (8 September 2015). Investor cenderung wait and see di tengah tekanan depresiasi rupiah.

    IHSG melemah 0,42% atau turun 18,19 poin ke level 4.283,17 pada jeda siang. Indeks menghabiskan sebagian besar sesi I di zona merah, bergerak antara level 4.269,48—4.307,03.

    Thendra Crisnanda, Analis  BNI Securities, mengatakan pergerakan IHSG minim sentimen positif dan merespons data cadangan devisa..

    Cadangan devisa yang merosot lebih dari US$2 miliar, menurutnya, menunjukkan intervensi besar-besaran Bank Indonesia, namun tidak bisa menahan laju depresiasi rupiah.

    Apalagi investor global saat ini masih belum mendapatkan kepastian soal penaikan suku bunga acuan The Fed menjelang rapat FOMC pada pertengahan September.

    “Para investor wait and see. Pertengahan September ada keputusan suku bunga. Pasar ekspektasi lebih baik naik September, pasar maunya ada kepastian,” kata Thendra.

    Rupiah pagi ini sempat terdepresiasi 79 poin atau melemah 0,55% ke Rp14.345 per dolar AS. Pada pukul 12:07 WIB, rupiah meelmah 0,17% ke Rp14.290 per dolar AS.

    Sebanyak 102 saham menguat dari 518 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Adapun 124 saham melemah dan 292 saham stagnan.

    Penurunan 1,64% pada harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) adalah beban utama IHSG, diikuti oleh saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) yang melemah 7,26%.

    Di sisi lain, tiga saham BUMN menahan IHSG tidak merosot terlalu tajam. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,28%, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik 3,58%, sedangkan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 0,37%.

    Pelemahan saham UNVR membuat indeks sektor konsumer merosot paling tajam, sebesar 1,42%. Di sisi lain, indeks sektor properti naik 0,89% di topang penguatan saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebesar 3,85% dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang naik 2,78%.

    Indeks Bisnis27 melemah 0,31% ke level 354,76 pada jeda siang, memangkas pelemahan 0,78% ke level 353,1 yang terjadi pada pembukaaan.

     BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.