Temui Kalla, Dubes Cina Tolak Menjawab Soal Kereta Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xie Feng di kediamannya, 20 Juni 2014. Tempo/Natalia Santi

    Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xie Feng di kediamannya, 20 Juni 2014. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng hari ini, Selasa, 8 September 2015, bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Feng mengaku hanya menyerahkan undangan sebuah acara konferensi yang akan diselenggarakan di negaranya pada 18 September mendatang. 

    Menurut dia, Cina dan Indonesia memiliki potensi besar dalam ekspor di kawasan Asia. "Cina dan Indonesia merupakan negara berkembang, keduanya punya peran besar," katanya setelah bertemu dengan Kalla di kantor Wakil Presiden. Saat ditanya mengenai kereta cepat, dia memilih tak menjawab. "Oke, terima kasih," ujarnya sambil meninggalkan kerumunan wartawan.

    Cina dan Jepang merupakan dua negara yang sempat bersaing dalam tender kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun, pekan lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membatalkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. 

    Musababnya, jarak kedua kota yang mencapai 150 kilometer tersebut tak memungkinkan untuk ditempuh dengan kereta cepat. ‎Menurut dia, kecepatan kereta api cepat mencapai 300 kilometer per jam. Untuk jarak 150 kilometer, terdiri atas 5-8 stasiun. Artinya, jarak tiap stasiun mencapai 30 kilometer atau dengan waktu tempuh 8 menit.‎

    Dengan pertimbangan ini, kereta menengah dengan kecepatan 200-250 kilometer dinilai lebih ideal. Darmin memperkirakan kereta jenis ini bisa berbiaya lebih murah 30-40 persen. ‎

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.