Bank Mandiri Tanda Tangani Pakta Integritas dengan Nasabah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri melakukan penandatanganan pakta integritas dengan mitra bisnis dan nasabah di wilayah kerja Bank Mandiri Manado.

    "Bank Mandiri melakukan penandatanganan pakta integritas dengan mitra bisnis dan nasabah. Hal ini dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang bersih terhadap berbagai gratifikasi maupun tindakan yang tidak sesuai dengan aturan," kata Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tak Area Manado Hotmail Nainggolan di Manado, Selasa, 8 September 2015.

    "Pada hari ini kami melakukan penandatanganan pakta integritas kepada mitra usaha, seperti asuransi, notaris, dan nasabah dari mikro sampai yang besar," ujarnya.

    Dia mengatakan penandatanganan ini dilakukan secara serentak di semua Kantor Wilayah X Makassar dengan menggunakan teleconference. Hal ini dilakukan untuk menegaskan kepada semua rekanan Bank Mandiri, jika melakukan bisnis, harus sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG).

    Penandatanganan tersebut akan dilakukan sampai cabang-cabang, sehingga semua rekanan Bank Mandiri melakukannya. "Dengan penandatanganan pakta integritas seperti inilah Mandiri menjadi perusahaan terbaik yang menerapkan GCG selama tujuh tahun berturut-turut. Dengan demikian, tidak heran jika Bank Mandiri mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri," tuturnya.

    Dia menjelaskan, dengan kegiatan ini, diharapkan mitra bisnis menerapkan kegiatan sesuai dengan GCG. Tidak ada nantinya rekanan membantu pegawai Bank Mandiri untuk memperkaya diri sendiri atau beranggapan jika ingin bisnisnya berjalan dengan baik harus memberikan uang kepada karyawan Bank Mandiri.

    "Bisnis tersebut tidak dibenarkan. Jika karyawan Bank Mandiri kedapatan seperti itu, tidak dapat pengampunan lagi, akan dipecat," ucapnya.

    Karena itu, jangan sekali-kali mitra kerja melakukan tindakan seperti itu. Apalagi setiap tahun karyawan Bank Mandiri melaporkan kekayaannya kepada KPK. Dengan demikian, jika kekayaannya melonjak secara tidak wajar, akan ketahuan.

    "Justru jika ada rekanan yang memberikan informasi mengenai praktek yang tidak sesuai dengan GCG, nilai bisnisnya akan ditambah oleh Bank Mandiri," katanya.

    Hal ini merupakan bagian untuk memenuhi target dari Bank Mandiri yang akan menjadi bank terbesar di ASEAN. Hal itu akan terwujud jika semua pihak mendukungnya. "Sebagai anak negeri, kita pasti berharap ada bank terbesar yang lahir dari negara terbesar. Hal itu sangat mungkin terjadi," ujarnya.

    ANTARA

    Baca juga:
    Habis Soal Novanto, Wanita Seksi Ini Hebohkan Kampanye Trump?
    Cerita Ahok, Soal Pelesir DPR ke Luar Negeri Penuh Manipulasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.