EximBank Lampaui Target Pembiayaan Rp65 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin ATM di Melawai, Jakarta, Minggu (17/5). Menurut BI, kondisi perbankan nasional saat ini tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal masih cukup tinggi yakni 17,4% dengan Gross Non Performing Loan tetapterkendali di bawah 5%. Tempo/Panca Syurka

    Mesin ATM di Melawai, Jakarta, Minggu (17/5). Menurut BI, kondisi perbankan nasional saat ini tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal masih cukup tinggi yakni 17,4% dengan Gross Non Performing Loan tetapterkendali di bawah 5%. Tempo/Panca Syurka

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia EximBank merealisasikan pembiayaan Rp65 triliun hingga akhir Juli 2015. Jumlah ini tumbuh 29% dari capaian periode yang sama tahun lalu.

    Basuki Setyadjid, Direktur Pelaksana Eximbank, menuturkan optimisme ini seiring baiknya kinerja perusahaan sepanjang tahun 2015. Dia mengatakan target pembiayaan perusahaannya sepanjang tahun ini sebesar Rp65 triliun tahun ini telah dilewati oleh perusahaan pada akhir Juli lalu.

    "Secara year to date kami sudah tumbuh 29%," kata Basuki ketika ditemui di kantornya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, yang dikutip Senin, (7 September 2015).

    Basuki mengatakan hingga akhir tahun pihaknya optimis dapat membukukan kucuran kredit hingga Rp68 triliun. Peningkatan pembiayaan ini seiring meningkatnya daya saing produk ekspor seperti bubur kertas, minyak sawit, cokelat, produk olahan meubel hingga perikanan.

    Sedangkan dari jumlah ini 60% merupakan pembiayaan dengan tujuan modal kerja, sementara 40% sisanya merupakan investasi. Basuki mengatakan pihaknya juga mengedepankan asas kehati-hatian dalam memberikan kredit ini.

    Tercatat, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perusahaan secara gross hanya 1,8%, sedangkan NPL bersih hanya 0,6%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.