Kabut Asap, Kampus Pun Turut Diliburkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi menerobos asap kabut dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Jambi, 5 September 2015. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan ilegal di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan Indonesia telah mengganggu aktivitas warga. AP

    Pengemudi menerobos asap kabut dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Jambi, 5 September 2015. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan ilegal di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan Indonesia telah mengganggu aktivitas warga. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Pekanbaru meliburkan aktivitas kampus, dan perkuliahan karena semakin pekatnya kabut asap.

    Dekan Tarbiyah UIN Pekanbaru Mas’ud Zain dalam pengumuman yang ditempel di majalah dinding (madding) di kampus menginformasikan pihaknya meliburkan aktivitas kampus dan akademi, Senin (7 September 2015).

    “Semua aktivitas serta kegiatan akademik dan perkuliahan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada Senin 7 September 2015 diliburkan, karena kondisi alam (kabut asap),” tulis pengumuman itu.

    Akibat penutupan aktivitas akademik dan perkuliahan, ribuan mahasiswa di kampus  yang sedianya ingin mengurus pendaftaran ulang hingga keperluan akademik lainnya terpaksa gigit jari.

    Seorang mahasiswa Tarbiyah Jurusan Matematika, Wilna Sari, mengatakan dia akan mendaftarkan ulang ke bagian akademik dan panitia ujian untuk mengikuti ujian akhir.

    “Tetapi sampai di depan ruang pendaftaran itu dekat mading ada pengumuman yang ditempelkan fakultas isinya tentang pengumuman semua aktivitas diliburkan, jadi batal mendaftar ujian,” katanya.

    Kualitas udara di Pekanbaru dan sebagian besar wilayah di Provinsi Riau memang tercatat semakin memburuk. Kondisi ini terlihat dari pantauan papan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang ada di wilayah itu berada pada level sangat tidak sehat hingga level berbahaya.

    Sejak Rabu (2 September 2015), Pemkot Pekanbaru memang telah meliburkan aktivitas pendidikan khususnya bagi siswa SD, karena melihat kondisi udara yang semakin memburuk dan berbahaya bagi masyarakat khususnya anak di bawah umur serta ibu hamil dan menyusui.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.