Wapres JK Dukung Pelindo Tingkatkan Jumlah Mobil Crane

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit harbour mobile crane (HMC) milik Pelindo II/IPC disegel Polisi di Dermaga 002 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 3 September 2015. Penyegelan alat bongkar muat itu terkait adanya dugaan mark up pengadaan sejumlah alat bongkar muat di lingkungan kerja Pelindo II. Tempo/Tony Hartawan

    Unit harbour mobile crane (HMC) milik Pelindo II/IPC disegel Polisi di Dermaga 002 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 3 September 2015. Penyegelan alat bongkar muat itu terkait adanya dugaan mark up pengadaan sejumlah alat bongkar muat di lingkungan kerja Pelindo II. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah PT Pelindo dalam meningkatkkan jumlah mobil crane di setiap pelabuhan. Menurut dia, banyaknya mobil crane dapat membantu setiap pelabuhan dalam mempercepat proses dwelling time, sehingga diharapkan kegiatan perdagangan semakin meningkat.

    "Salah satu yang dibutuhkah dalam perdagangan global, pertama, Internet dan sistem kontainer. Dua itu yang menyebabkan perdagangan meningkat," katanya dalam memberikan kuliah umum di depan peserta didik Lembaga Ketahanan Nasional, di Istana Wakil Presiden, Senin, 7 September 2015. "Karena adanya kontainer, dibutuhkan crane, tapi crane sedikit dipertanyakan di Pelindo itu."

    Padahal, kata dia, dengan meningkatnya jumlah crane di setiap pelabuhan, logistik perdagangan akan lebih mudah dan cepat, apalagi bisa memangkas ongkos logistik hingga 50 persen.

    Dua pekan lalu, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggeledah kantor Direktur PT Pelindo II Richard Joost Lino. Penggeledahan itu terkait dengan dugaan korupsi pembelian mobil crane. Dampak penggeledahan itu menjalar sampai ke pencopotan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso, yang kemudian digeser menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.