Lagi-lagi Nilai Rupiah Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 48 poin menjadi Rp 14.220 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 14.172 per dolar Amerika Serikat (AS).

    "Nilai tukar rupiah kembali berada di area negatif terhadap dolar AS setelah data kerja Amerika Serikat yang dirilis beragam itu, menimbulkan ketidakjelasan di kalangan pasar kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, di Jakarta, Senin, 7 September 2015.

    Ia mengemukakan angka penggajian nonpertanian atau "non-farm payrolls" (NFP) meningkat tapi masih di bawah estimasi, sementara tingkat pengangguran Agustus turun.

    Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan sejumlah indeks manufaktur di sejumlah negara Asia seperti Cina dan Korea Selatan menambah sentimen negatif bagi mata uang di negara berkembang.

    Dari dalam negeri, ia mengatakan pelaku pasar juga masih bersikap menunggu terhadap data neraca perdagangan Indonesia periode Agustus yang akan dirilis pada pertengahan September ini sehingga membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.

    "Minimnya sentimen positif baik dari dalam negeri maupun eksternal membuat laju rupiah masih mengalami tekanan," katanya.

    Ekonom dari Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, menambahkan, bahwa melemahnya nilai tukar domestik akan mengurangi daya tarik aset investasi berdenominasi rupiah, situasi itu akan mempengaruhi investor asing di dalam negeri.

    Selain itu, pelaku pasar sedang menanti data cadangan devisa pada pekan ini. Meski Bank Indonesia menyatakan level cadangan devisa saat ini cukup aman tetapi jika turun dapat mempengaruhi kenyamanan investor asing.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.