Ditutup Akibat Kabut Asap, Bandara Sultan Thaha Dibuka Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, kabut asap tersebutt kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, kabut asap tersebutt kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata mengatakan saat ini kondisi cuaca di Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi, sudah kembali normal. “Jarak pandang mencapai 3.000 meter,” ujar Barata dalam siaran pers yang diterima Tempo, Ahad, 6 September 2015.

    Barata mengatakan District Manager Bandara Sultan Thaha telah mengajukan pencabutan notice to airman (notam) ke pihak Notam Office karena kondisi cuaca di bandara tersebut sudah normal kembali.

    Bencana kabut asap tengah melanda daerah Sumatera dan Kalimantan. Sejak pagi tadi, kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha, Jambi, mengalami gangguan penerbangan. “Ini akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang,” ucapnya.

    Mulai pagi tadi pukul 06.00 WIB, jarak pandang hanya di bawah 1.000 meter. Maskapai yang melakukan penerbangan dari dan ke bandara tersebut terpaksa harus berhenti beroperasi hingga penerbangan dinyatakan aman.

    Barata menjelaskan, hingga saat ini, baru satu penerbangan yang beroperasi dan lepas landas dari Bandara Sultan Thaha, yaitu Lion Air dengan nomor penerbangan JT607 rute Jambi-Jakarta. “Hingga saat ini, belum ada penerbangan yang beroperasi kembali karena semua maskapai telah me-reschedule jadwal penerbangan akibat gangguan kabut asap,” ujarnya.

    Sementara itu, kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan di Riau masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Sebanyak sepuluh penerbangan terpaksa menunda jadwal penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan. Jarak pandang terbatas hanya 300 meter. "Pesawat akan terbang jika cuaca sudah membaik," tutur Duty Manajer Bandara SSK II Hasnan kepada Tempo, Minggu, 6 September 2015.

    Menurut Hasnan, pesawat yang mengalami keterlambatan mendarat di Pekanbaru adalah Sriwijaya SJ042 dari Jakarta, Batik Air ID6852 dari Jakarta, Lion Air JT390 dari Jakarta.

    Tiga pesawat lain telah mendarat tapi mengalami keterlambatan dari jadwal semula, yakni Air Asia dari Kuala Lumpur, Garuda Indonesia GA170 dari Jakarta, dan Garuda Indonesia GA170. Tiga pesawat tersebut seharusnya mendarat pukul 10.00. Namun ketiganya baru bisa datang setelah cuaca membaik pukul 11.30 dengan jarak pandang 1.500 meter. "Saat ini jarak pandang sudah aman," kata Hasnan.

    DEVY ERNIS | RIYAN NOFITRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.