Kabut Asap, Pengamat: Maskapai Penerbangan Rugi Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/B Mathur

    REUTERS/B Mathur

    TEMPO.CO, Jakarta - Musibah kabut asap yang tengah terjadi di sejumlah wilayah dan terjadi setiap tahun telah membuat maskapai penerbangan rugi besar, kata seorang pengamat penerbangan kepada ANTARA News, hari ini, 5 September 2015.

    "Kabut asap sudah sepuluh tahun terjadi sejak 2005, mulai dari Sumatera yakni Medan, Pekanbaru yang paling parah Jambi dan Palembang, hingga Kalimantan bagian selatan dan tengah," kata Arista Atmadjati.

    "Sayangnya pemerintah tidak pernah menghitung kerugian yang dialami tidak hanya satu-atau dua penerbangan," sambung dia.

    Menurut dosen ground handling Universitas Muhammadiyah Tangerang itu, kabut asap dapat mengurangi pendapatan pesawat terbang akibat buka-tutup bandara oleh jarak pandang di bawah batas normal.

    "Revenue rugi, operating hour maskapai menjadi membingungkan, rotasi pesawat kacau. Maskapai rugi besar," ujar Arista. "Karena ini bisa berlangsung sebulan-dua bulan, akan terjadi potential loss yang sangat besar, yang juga akan menghambat pergerakan ekonomi provinsi."

    Interkoneksi antarmoda transportasi akan menjadi solusi bagi masalah ini di mana pihak maskapai penerbangan dapat bekerja sama dengan PT Pelni melalui jalur laut.

    "Akan menjadi ide bagus jika wilayah yang memiliki pelabuhan, Banjarmasin misalnya, dijajaki kerja sama. Namun ini sudah ranah pemerintah," kata Arista.

    Hal senada disampaikan pengamat transportasi Danang Parkesit yang mengatakan perlunya solusi antarmoda transportasi.

    "Harus ada solusi intermoda dan pilihan moda supaya mobilitas tidak terganggu," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.