Maluku Fair Ajang Promosi Sumber Daya Alam Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi Benteng Tolukko di Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 27 Desember 2014. Benteng ini dibangun oleh Francisco Serao dari Portugis tahun 1540. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Wisatawan mengunjungi Benteng Tolukko di Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 27 Desember 2014. Benteng ini dibangun oleh Francisco Serao dari Portugis tahun 1540. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Maluku Said Assegaf berharap kegiatan Maluku Fair yang digelar di areal Pattimura Park dapat menjadi ajang promosi terhadap berbagai potensi sumber daya alam (SDA) dari sebelas kabupaten/kota di provinsi tersebut.

    "Event Maluku Fair yang melibatkan para pengusaha, penanam modal, perbankan, maupun pengusaha kecil harus menjadi ruang promosi potensi kekayaan dan keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah di Maluku," kata Gubernur Said Assegaf saat membuka ajang tersebut di Ambon, Jumat malam, 4 September 2015.

    Gubernur mengajak masing-masing kabupaten/kota maupun para pengusaha kecil untuk lebih sering melakukan promosi guna menjaring investor maupun meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara.

    Kendati demikian, Said mengingatkan para kepala daerah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian potensi SDA yang dimiliki serta menggunakan cara-cara arif dan bijaksana dalam pengelolaannya, sehingga tetap terjaga dan bermanfaat bagi generasi di masa mendatang.

    Terlepas dari hal itu, Said yang didampingi Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan dipilihnya Ambon sebagai tempat penyelenggaraan Maluku Fair juga dalam rangka mendukung program "Mangente" (datang dan kunjungi) Ambon yang dicanangkan Pemkot sekaligus perayaan HUT ke-440 ibu kota Provinsi Maluku tersebut pada 7 September 2015.

    "Kita semua, tanpa terkecuali, memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun dan memajukan Ambon sebagai ibu kota provinsi serta kota tujuan wisata bagi para wisatawan mancanegara," katanya.

    Program Mangente Ambon tandas. Gubernur Said tidak ingin ini hanya sebatas slogan, tetapi harus mampu menarik seluruh kekuatan warga Ambon dan Maluku yang tinggal dan tersebar di berbagai wilayah di tanah air maupun luar negeri untuk kembali pulang dan berkontribusi membangun daerahnya.

    "Banyak orang Maluku dan Ambon yang sukses berkarya di berbagai daerah, termasuk luar negeri. Mereka harus digugah untuk pulang ke Ambon dan berbagi pengalaman keberhasilannya dengan basudara (saudara-red) di Ambon, sehingga termotivasi untuk bekerja keras," ujarnya.

    Gubernur berjanji Maluku Fair akan dijadikan kegiatan tahunan sebagai salah satu upaya menggenjot pembangunan daerah sekaligus menjaring investasi skala besar di berbagai bidang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.