Gempa Garut, BPBD: Sejauh Ini Tak Ada Laporan Kerusakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. allvoices.com

    Ilustrasi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan sejauh ini tidak ada kerusakan rumah atau bangunan fasilitas umum akibat gempa bumi di barat daya Garut.

    "Sejauh ini dampak dari gempa tidak ada laporan kerusakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Zakaria melalui telepon seluler, Sabtu, 5 September 2015.

    Ia mengatakan jajarannya masih melakukan pengecekan lebih dalam ke daerah-daerah dengan melibatkan unsur kecamatan.

    Terutama, kata dia, pengecekan dilakukan di daerah pesisir pantai selatan Kabupaten Garut mulai perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Cianjur.

    "Kita lakukan pengecekan di wilayah pantai Garut yang memiliki panjang 80 kilometer," katanya.

    Situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan pusat gempa berada 109 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kekuatan gempa 5,6 Skala Richter yang terjadi pukul 03.08 WIB.

    Guncangan gempa tersebut sempat membuat panik warga di Kecamatan Pameungpeuk yang tidak jauh dari garis pantai selatan Garut.

    Seorang warga Desa Sirna Bakti, Pameungpeuk, Aceng, mengatakan guncangan gempa berlangsung cukup lama menyebabkan banyak warga berhamburan keluar rumah.

    "Tidak ada yang rusak, gempanya lumayan lama. Banyak warga yang keluar rumah, ada juga yang tidak merasa karena tidur," kata Aceng.

    Menurut dia, kepanikan warga sampai berhamburan keluar rumah itu karena trauma dengan kejadian gempa Tasikmalaya pada September 2009.

    Bencana gempa Tasikmalaya itu, kata Aceng, menyebabkan banyak rumah penduduk di Kecamatan Pameungpeuk rusak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.