Masyarakat Lebih Suka Daging Segar daripada Daging Beku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang daging sapi mulai berjualan lagi saat berakhirnya aksi mogok dagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2015. Pedagang menjual daging dengan harga Rp 120.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah pedagang daging sapi mulai berjualan lagi saat berakhirnya aksi mogok dagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2015. Pedagang menjual daging dengan harga Rp 120.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang daging di sejumlah pasar meminta pemerintah menambah pasokan daging segar. Sebabnya, konsumen memiliki pangsa pasar yang lebih luas dibandingkan dengan daging beku.

    Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan, mengatakan pedagang daging yang diundang makan siang oleh Presiden Joko Widodo menginginkan penambahan pasokan daging segar. Pasalnya, masyarakat tidak menyukai daging beku yang selama ini beredar di pasar.

    "Ternyata yang diharapkan oleh mereka adalah pasokan daging segar, bukan daging beku. Daging beku kalau harganya murah sekalipun tidak akan laku," katanya di Jakarta, Kamis, 3 September 2015.

    Teten menuturkan Presiden Jokowi membutuhkan masukan dari permasalahan di lapangan seperti yang disampaikan para pedagang tersebut. Dengan begitu, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Menurut Teten, Presiden telah mengundang seluruh kalangan yang terlibat dalam sistem perekonomian nasional. Sebelumnya, Presiden juga mengundang sejumlah ekonom, dan pengusaha untuk membahas situasi ekonomi nasional saat ini.

    Presiden akan terus berdialog dengan masyarakat melalui forum resmi maupun tidak resmi, makan siang, dan makan malam. Teten juga berharap seluruh pejabat dapat melakukan hal serupa, karena Presiden tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat.

    "Seorang pemimpin harus dekat dengan masyarakat, menjangkau seluruh golongan, meringankan beban masyarakat, dan berbagi rejeki," ucap Teten menirukan pernyataan Presiden Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.