Jelang Idul Adha, Pasaran Sapi di Daerah Diserbu Tengkulak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Seno S

    ANTARA/Seno S

    TEMPO.CO, Tuban - Menjelang Hari Raya Idul Adha, pasaran hewan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, mulai diserbu para tengkulak. Mereka turun ke kecamatan-kecamatan untuk berburu sapi yang akan dijual ke Jakarta dan kota besar lainnya.

    Para tengkulak hampir tiap hari membeli dengan cara langsung mendatangi peternak. Biasanya dari tiap-tiap bursa pasar hewan, mereka mengumpulkan tujuh hingga 10 ekor sapi per hari. Para peternak menikmati adanya perburuan itu.

    "Ya, harga sapi memang lagi naik,” ujar Amin, 43 tahun, pedagang sapi asal Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Kamis, 3 September 2015. .

    Di pasaran, Amin menuturkan, harga sapi dengan berat minimal 300 kilogram biasanya dijual hingga Rp 15 juta per ekor dari harga sebelumnya Rp 13,5 juta. Sedangkan sapi dengan bobot di atas 325 kilogram dijual di atas Rp 16 juta per ekor. "Tapi dilihat juga dari kondisi kesehatan serta posturnya," kata dia.

    Ada juga model jual beli sapi dengan patokan ditimbang berat badan sapi. Kemudian, ditimbang dengan ukuran Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu perkilogramnya. Model pembelian seperti ini hanya dilakukan peternak terhadap beberapa tengkulak tertentu. 

    Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Pipin Dwi Larasati, mengatakan jual beli hewan sapi sudah ada aturannya. Misalnya, sapi jenis lokal berupa peranakan ongole alias sapi putih jantan, hanya boleh dijual dengan bobot minimal 300 kilogram.

    Kemudian untuk jenis cross atau keturunan silang minimal bobotnya 400 kilogram. “Di luar itu ya dilarang,” ujarnya, Kamis 3 Agustus 2015.

    Pipin menambahkan, tiap penjualan sapi keluar dari Tuban juga harus mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKSH) dari Dinas Pertanian. Rujukannya, yaitu Surat Gubernur Jawa Timur Nomor.524/3/9808/115.01/2015 tertanggal 18 Agustus, tentang prosedur pengeluaran ternak antar-provinsi.”Jadi, jika melanggar, ya, sapi gak boleh keluar dari Tuban,” katanya.

    Sebagai catatan, populasi sapi di dua kabupaten ini, cukup tinggi. Di Bojonegoro misalnya, data di Dinas Peternakan dan Perikanan 2014 menyebut angka populasi 169.639 ekor sapi. Sedangkan di Kabupaten Tuban, populasi sapi sebanyak 314 ribu ekor.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.