Penyerapan Anggaran Rendah, Menteri Basuki Percepat Tender

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basuki Hadimuljono saat berdialog dengan warga korban Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, 25 Agustus 2015. Presiden menargetkan pencairan ganti rugi korban Lumpur Lapindo pada akhir September 2015. Hingga saat ini berkas ganti rugi warga yang sudah di bayar sebanyak 753 dari total keseluruhan sebanyak 3.324. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basuki Hadimuljono saat berdialog dengan warga korban Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, 25 Agustus 2015. Presiden menargetkan pencairan ganti rugi korban Lumpur Lapindo pada akhir September 2015. Hingga saat ini berkas ganti rugi warga yang sudah di bayar sebanyak 753 dari total keseluruhan sebanyak 3.324. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan penyerapan anggaran Kementerian PUPR sudah mencapai 33,04 persen atau Rp 39 triliun dari plafonnya sebesar Rp 118 triliun. Angka penyerapan itu terhitung per hari ini, 3 September 2015.

    Basuki menargetkan, hingga akhir tahun, minimal pihaknya bisa menyerap 93 persen anggaran belanja. “Akhir September diharapkan ada 44 persen dan Oktober menjadi 56 persen,” kata Basuki kepada wartawan setelah memimpin rapat kerja percepatan pekerjaan tahun 2015 di kantornya, Kamis, 3 September 2015.

    Rapat ini juga membahas persiapan rencana penggunaan anggaran tahun depan. Untuk mempercepat penyerapan anggaran 2016, Kementerian PUPR akan memulai tender pada bulan ini.

    Menurut Basuki, September ini ditargetkan sudah dimulai tender 61 paket pekerjaan di Bina Marga sebesar Rp 3,7 triliun, kemudian diikuti petakarya, SDM, dan perumahan. Kementerian PUPR sudah mulai mengumpulkam rekanan sejak sekarang untuk meyakinkan mereka bahwa percepatan 2015 dan persiapan 2016 harus dilakukan dengan baik. “Hasilnya besok kami laporkan ke Wakil Presiden,” katanya.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.