Ekonomi Regional Macet, BI: Asia Butuh Investasi Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Operasional IMF, Christine Lagarde saat konfrensi press di Istana Merdeka, Jakarta, 1 September 2015. MF menilai Indonesia memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan-kebijakan yang diambil Amerika Serikat dan China. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Direktur Operasional IMF, Christine Lagarde saat konfrensi press di Istana Merdeka, Jakarta, 1 September 2015. MF menilai Indonesia memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan-kebijakan yang diambil Amerika Serikat dan China. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Asia saat ini mengalami pelemahan dan kerentanan di sektor keuangan setelah memimpin pertumbuhan ekonomi di dunia selama 30 tahun.

    Hal itu dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saat Konferensi Keuangan Internasional Future of Asia's Finance: Financing for Development 2015 di Kompleks Bank Indonesia, Rabu (2 September 2015).

    Untuk kembali mendorong ekonomi Asia dibutuhkan bauran kebijakan ekonomi yang tepat.

    Menurutnya, kunci menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Asia yakni dengan investasi infrastruktur.

    "Kuncinya adalah investasi infrastruktur untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, selain dari konsumsi domestik meski investasi ini membutuhkan jangka waktu panjang," ujarnya.

    Negara-negara di Asia membutuhkan investasi lebih dari US$1 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

    "Yang harus diinvestasikan untuk bangun infrastruktur di kawasan Asia dan menjaga pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun mendatang," kata Agus. 

    Dalam periode yang sama, lanjutnya, Asia juga memerlukan dana senilai US$8 triliun untuk membangun proyek infrastruktur di sektor energi, transportasi, telekomunikasi, air bersih dan sanitasi.

    Sementara itu, kawasan Asean membutuh investasi senilai US$300 miliar untuk membangun infrastruktur.

    Guna pembangunan infrastruktur Indonesia, ada keterbatasan anggaran pemerintah sehingga skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public privat partnership (PPP) dapat menjadi jalan keluar untuk pendanaan infrastruktur.

    "PPP bisa jadi alternatif untuk membiayai pembangunan infrastruktur, tapi dengan proyek yang selektif. Asia ini sangat atraktif untuk berinvestasi," tutur Agus.

     BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?