Tren Penjualan Pertalite Naik Terus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mengisi bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Pertamina menyediakan Pertalite 5.000 liter per hari di 103 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara motor mengisi bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Pertamina menyediakan Pertalite 5.000 liter per hari di 103 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Assistant Manager External Relations Marketing Operation Region III Pertamina Milla Suciyani mengatakan, Pertamina sudah mengedarkan Pertalite di seluruh daerah di Jawa Barat. “Dari 910 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Jawa Barat sudah sekitar 21 persen,” kata dia, saat dihubungi Tempo, Rabu, 2 September 2015.

    Terhitung 31 Agustus 2015, Pertamina sudah menyediakan Pertalite di 187 SPBU yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Milla mengatakan, jumlah SPBU penyedia Pertalite di tiap daerah beragam. “Tergantung kesiapan SPBU di masing-masing daerah. Kita tidak mematok satu daerah harus satu,” kata dia.

    Menurut Milla, penambahan outlet pemasaran Petalite itu dilakukan di sejumlah daerah. Di DKI misalnya, terhitung 31 Agustus 2015 sudah 121 SPBU, serta di Banten ada 84 SPBU penyedia Pertalite. Pertamina juga menurunkan harga jualnya Rp 100 terhitung 1 September 2015 menjadi kini Rp 8.300 per liter.

    Milla mengklaim, tren penjualan Pertalite terus meningkat. “Kalau dibanding Premium memang masih jauh, tapi trennya bertambah terus,” kata dia. Sejumlah SPBU misalnya, malah ada yang berinisiatif meminta dibolehkan memasarkan Pertalite.

    Anggota Hiswana Migas Kota Bandung, Tuah Siagian, membenarkan tren penjualan Pertalite relatif bagus. “Trennya naik terus,” kata dia, saat dihubungi Tempo, Rabu, 2 September 2015.

    Tuah mengatakan, pasar Pertalite sudah terbuka. Dia mencontohkan, konsumen sudah banyak yang menanyakan Pertalite. Pengelola SPBU juga tertarik menjual Pertalite gara-gara margin penjualannya lebih besar dibanding Premium.

    Menurut Tuah, sejumlah konsumen yang sebelumnya mengkonsumsi Pertamax juga beberapa beralih ke Pertalite karena harganya murah dan nilai oktan di atas Premium. “Dari data penjualan harian misalnya Pertamax sehari 800 liter, sekarang turun. Saya pikir mereka beralih ke Pertalite,” kata dia.

    Tuah berharap, Pertamina memperhatikan suplai Pertalite. “Pasarnya sudah terbentuk, tinggal mindset saja. Tadinya wacana, terus ketakutan, ternyata di lapangan semuanya tersenyum,” katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.